Loading...

Program BEKERJA untuk Bedah Kemiskinan

Program BEKERJA untuk Bedah Kemiskinan
Selama periode 2015-2017, fokus pembangunan pada era pemerintahan presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo mengarahkan pembangunan nasional pada upaya pemerataan dan penciptaan lapangan kerja terutama di perdesaan dengan mengoptimalkan kegiatan padat karya dan swakelola untuk penanggulangan kemiskinan. Pembangunan perdesaan menjadi sangat penting karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat perdesaan, antara lain: (i) tingginya angka gizi buruk dan stunting yang mencapai sekitar 37,2 persen; (ii) jumlah penganggur dan setengah penganggur sebesar 18,97 juta orang; dan (iii) jumlah penduduk miskin 27,7 juta orang.Upaya membangun perdesaan menjadi tanggung jawab bersama, dengan memprioritaskan kegiatan pada upaya penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa. Salah satu strategi pengembangan usaha ekonomi di desa melalui penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani di wilayah desa miskin. Berdasarkan hal tersebut, Presiden telah mengeluarkan Perpres No. 96 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan. Oleh karena itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada tahun 2018 mendukung program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Berbasis Pertanian melalui penumbuhan dan penguatan kelembagaan ekonomi petani, berdasarkan Permentan Nomor: 20/Permentan/RC.120/5/2018 tentang Pedoman Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Berbasis Pertanian. Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera yang dilaksanakan oleh BPPSDMP sendiri dilaksanakan melalui strategi Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Petani yang dilaksanakan dalam rangka memberdayakan Rumah Tangga Miskin menjadi wirausahawan pertanian dan meningkatnya status pra sejahtera menjadi petani maju. Strategi pencapaian program tersebut dilakukan dengan suatu pendekatan proses memberikan bantuan berupa lima puluh ekor bibit ayam, kandang dan pakannya. Proses pembinaan dan pendampingan kepada Rumah Tangga Miskin dilakukan oleh tim ahli yang dibentuk dengan melibatkan unsur-unsur dari dosen Polbangtan, peneliti dari Badan Litbang, medik veteriner dan penyuluh pertanian lapangan yang dilaksanakan secara kontinue dan berkelanjutan.(yoyon) Sumber: Petunjuk Teknik Bekerja BPPSDMP