Loading...

Prosedur Pengairan, Penyulaman dan Penyiangan Budidaya Mawar Potong

Prosedur Pengairan, Penyulaman dan Penyiangan Budidaya Mawar Potong
Mawar merupakan jenis tanaman berbunga indah yang mendapat tempat khusus di hati para penggemarnya, disebabkan keindahan bunganya dengan aneka ragam warna yang sangat memikat serta semerbak baunya. Selain sebagai tanaman bunga potong dan tanaman pot, mawar juga bermanfaat sebagai bunga tabur untuk kebutuhan upacara pemakaman. Jenis mawar yang sangat harum baunya dimanfaatkan sebagai parfum, sedangkan air sulingan bunga mawar juga dipakai untuk pengobatan dan bahan kosmetik. Dalam budidaya mawar potong, berikut diuraikan prosedur pengairan, penyulaman dan penyiangan Pengairan/PenyiramanPengairan atau penyiraman bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Alat yang digunakan yaitu pompa air, bak penampungan, pipa paralon/besi. Embrat/gembor, selang, shower, dan sarana irigasi lainnya. Fungsi Alat:1. Pompa air untuk pemompa air dari sumber air;2. Bak penampungan berfungsi sebagai alat menampung air sebelum didistribusikan;3. Pipa paralon/besi berfungsi sebagai alat penyalur air;4. Embrat/gembor berfungsi untuk menyiram tanaman secara manual;5. Selang berfungsi untuk menyiram tanaman secara manual;6. Shower berfungsi untuk meratakan penyiraman; dan7. Sarana irigasi lainnya berfungsi untuk mendistribusikan air. Langkah-langkah Pengairan/Penyiraman:1. Memeriksa kualitas air sesuai baku mutu irigasi;2. Penyiraman dengan menggunakan selang/shower/embrat/gembor/irigasi tetes;3. Memberikan penyiraman/pengairan pada pagi hari ketika suhu udara tidak terlalu tinggi. Jumlah dan frekuensinya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tanaman mawar memerlukan air sekitar 4-12 lt/m2/hari, diatur sedemikian rupa agar tanah tidak kekeringan atau terlalu basah (becek);4. Pengairan pada musim kemarau dilakukan satu kali dalam sehari pada pagi hari;5. Pengairan pada musim hujan dilakukan 2-3 hari sekali pada pagi hari serta mencatat setiap tahap pengairan dan informasi lain yang dianggap perlu Penyulaman Penyulaman meliputi periode dan cara penyulaman, bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh, mati, mati busuk atau pertumbuhannya tidak baik dengan benih yang baru. Alat dan Bahan:1. Tugal untuk membuat lubang tanam;2. Kored/cangkul digunakan untuk membongkar tanaman yang akan diganti; dan3. Benih mawar sebagai pengganti tanaman yang rusak/mati busuk atau pertumbuhannya tidak baik Langkah-langkah Pengairan/Penyiraman:1. Mencabut atau membuang tanaman yang mati;2. Membuat lubang tanam pada bekas lubang tanam dan membersihkannya dari tanaman lama, kemudian isi dengan benih baru yang warnanya sama sambil ditimbun tanah tipis sekitar 2 cm;3. Menyulam, sebaiknya seawal mungkin yakni pada umur 5-15 hari setelah tanam agar pertumbuhan benih sulaman dapat seragam dengan tanaman yang sudah tumbuh terdahulu; dan4. Mencatat setiap tahap pelaksanaan dan informasi lain yang dianggap perlu. Penyiangan Penyiangan meliputi waktu dan cara penyiangan, bertujuan untuk mengurangi persaingan unsur hara dan air dengan tanaman pokok. Alat dan Bahan:1. Kored digunakan apabila media tumbuh gulma terlalu keras;2. Parang/sabit digunakan untuk membersihkan gulma yang berukuran kecil; dan3. Keranjang/pengki digunakan untuk mengangkut gulma. Langkah-langkah Penyiangan:1. Melakukan penyiangan pertama pada waktu tanaman berumur 1 bulan atau tergantung keadaan pertumbuhan gulma;2. Mencabut gulma secara manual dengan tangan ataupun alat bantu kored, parang/sabit dan alat penyiang lainnya;3. Menyiang gulma harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak (mengganggu) perakaran tanaman mawar;4. Melakukan pengamatan berkala dengan memperhatikan keadaan pertumbuhan gulma di area kebun. Gulma yang tumbuh dalam parit-parit antar bedengan dibersihkan dan diangkat ke suatu tempat penampungan sisa-sisa tanaman;5. Penyiangan selanjutnya dilakukan dengan interval dua minggu sekali; dan6. Mencatat setiap tahap pelaksanaan dan informasi lain yang dianggap perlu.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan