Penyiapan benih pada budidaya mawar potong meliputi perencanaan kebutuhan benih, pemilihan varietas, pengadaan benih dari penangkar, dan penangkaran benih sendiri. Penyediaan benih bermutu bertujuan untuk menjamin pertumbuhan benih yang baik dan optimal agar menghasilkan produk bermutu tinggi, varietas terjamin, bebas dari hama dan penyakit serta diminati pasar. Alat dan bahan yang diperlukan, antara lain cangkul, kored, gunting stek, gembor, pisau okulasi, plastik okulasi, polybag, media tanam benih, batang bawah, dan mata tunas. Fungsi Alat dan Bahan yaitu:1. Cangkul dan kored untuk menggemburkan tanah;2. Gunting stek untuk memotong tunas yang tidak bermanfaat;3. Gembor untuk menyiram tanaman;4. Pisau okulasi untuk memotong;5. Plastik okulasi untuk mengikat mata tempel;6. Polybag untuk tempat media tanam dan menanam stek;7. Media tanam benih untuk menanam stek;8. Batang bawah untuk bahan okulasi; dan9. Mata tunas untuk bahan okulasi. Dalam penyediaan benih bermutu, pemilihan varietas mengikuti anjuran dengan kriteria berkarakter unggul, disukai konsumen, produktif, adaptif dengan lingkungan tumbuh. Selain itu, benih yang digunakan memenuhi persyaratan multifisik, genetik dan fisiologi. Deskripsi Bunga Mawar Varietas Unggul: Jenis/Varietas DeskripsiMawar Talitha - Warna bunga oranye;- Produksi bunga 1,7- 1,8 tangkai;- Diameter bunga 8,10 – 8,36 cm;- Panjang tangkai 51,18 - 83,00 cm;- Tipe bunga ganda;- Permukaan daun bergelombang; dan- Umur bunga 7-9 hari.Mawar Selabintana - Warna bunga kuning; dan- Adaptasi luasMawar Kania - Warna bunga merah;- Diameter bunga 8,20 – 9,00 cm;- Panjang tangkai 56,97 – 79,00 cm;- Tipe bunga ganda; dan- Permukaan daun bergelombang. Sumber; Balai Penelitian Tanaman Hias Langkah-langkah Penyediaan Benih Bermutu:1. Memesan benih mawar bermutu dari penangkar yang terdaftar sesuai 6 tepat (tepat varietas, waktu, harga, jumlah, tempat, dan mutu);2. Melakukan penangkaran benih sendiri, dengan beberapa alternatif teknik perbanyakan:a. Okulasi1) Menyiapkan batang bawah minimal berumur 6 bulan, diameter 0,5 – 1 cm, distek dengan ukuran 15 – 20 cm;2) Batang bawah tersebut diberi auxin dan diakarkan dalam polybag selama 2,5 – 3 bulan sebagai bahan okulasi;3) Menyiapkan mata tunas dari varietas yang diinginkan;4) Memotong tangkai daun hingga tinggal sekitar 1 cm, kerat kulit berbentuk oval sepanjang 2-3 cm berikut mata dan kayunya;5) Mata tunas diambil, ditempel pada batang bawah yang sudah dibuka kulitnya dengan bentuk T dan kemudian diikat erat dengan tali plastik okulasi;6) Letakkan di tempat yang ternaungi;7) Satu minggu kemudian, okulasi yang berhasil akan ditandai dengan menghijaunya kulit tempel serta mengembangnya bakal tunas dari mata tempel tersebut;8) Batang dipotong di atas mata okulasi setelah berumur 15 hari;9) Membuka plastik ikatan okulasi; dan10) Benih siap tanam setelah berumur 1,5 bulan dari okulasi (setelah keluar tunas 5-10 cm). b. Stek1) Stek diambil dari batang produksi setelah bunga mekar, dengan panjang 15-20 cm atau 3 mata tunas;2) Metode ini biasanya dilakukan pada teknik budidaya hidroponik. 3. Mencatat seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada penyediaan benih bermutu. Prosedur Kerja Penyiapan Benih:1. Menyiapkan petugas atau pekerja yang akan melakukan perbanyakan mawar;2. Menyampaikan instruksi kerja kepada petugas yang akan melakukan pemilihan perbanyakan mawar;3. Menghubungi petani yang telah berpengalaman untuk mendapatkan informasi tentang alternatif perbanyakan mawar yang terbaik;4. Memilih tanaman induk yang sehat, pertumbuhan subur, dan cukup umur; dan5. Melakukan teknik perbanyakan yang dipilih.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan