Loading...

Prosedur Penyiapan Rumah Lindung dan Penanaman Bunga Mawar Potong

Prosedur Penyiapan Rumah Lindung dan Penanaman Bunga Mawar Potong
Penyiapan Rumah LindungPenyiapan rumah lindung/naungan pada budidaya mawar potong meliputi pengukuran luas bangunan, penyiapan bahan dan alat rumah naungan. Penyiapan rumah lindung sesuai prosedur standar, bertujuan untuk:1. Mendapatkan kondisi lingkungan mikro yang optimal;2. Melindungi tanaman dan sengatan matahari langsung dan air hujan; dan3. Membudidayakan tanaman setiap waktu tanpa terkendala oleh kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Alat dan Bahan yaitu:1. Plastik UV minimal 10 %, tebal 150 um untuk atap, sebagai pelindung atas dan dinding;2. Plastik UV minimal 10 %, tebal 100 um untuk dinding;3. Screen dengan ukuran 200 mesh;4. Bambu/kayu dolken untuk tiang penyangga;5. Tali ijuk/tali majun/tali kain untuk pengikat bambu;6. Paku untuk memaku; dan7. Kawat untuk pengikat Langkah-langkah Penyiapan Rumah Lindung:1. Lahan diukur dengan luas bangunan;2. Bambu/kayu dolken dipasang sebagai tiang bangunan dengan tinggi (pinggir 3 m dan tengah 5 m);3. Bambu/kayu dolken dipasang sebagai rangka bangunan;4. Pemasangan plastik UV sebagai naungan;5. Pemasangan plastik UV sebagai dinding dengan tinggi 2 m dari permukaan tanah;6. Pemasangan screen dengan tinggi 1 m bagian atas dinding; dan7. Mencatat seluruh kegiatan dilaksanakan pada penyiapan rumah lindung. PenanamanPenanaman meliputi jarak tanaman, pembuatan lubang tanam, penanaman dan penyiraman. Penanaman adalah menumbuhkan tanaman baru sebagai langkah awal dari kegiatan usaha budidaya mawar. Penanaman bertujuan untuk menghasilkan bunga potong mawar bermutu prima sesuai standar mutu yang ditetapkan. Untuk itu diperlukan ketepatan teknik penanaman serta meminimalkan kerusakan fisik tanaman dan media tumbuhnya. Alat dan Bahan yaitu:1. Tugal/cangkul untuk membuat lubang tanam;2. Meteran untuk menentukan jarak tanam;3. Tali plastik/benang untuk membantu meluruskan lubang tanam;4. Alat siram (pompa air, gembor, embrat, selang) digunakan untuk penyiraman; 5. Benih mawar yang akan ditanam. Pembuatan Bedengan:1. Siapkan bambu dengan diameter 10 cm dan panjang 1 m sebagai tiang penyangga bedengan; 2. Siapkan terpal sebagai wadah media tanam dan pasang kerangka bambu belahan dengan tinggi 1 m dan jarak antar rangka sekitar 20 cm rangka sebagai penopang plastik terpal;3. Pasang terpal ke dalam kerangka bambu yang telah dipasang;4. Pasang tiang bambu sebagai penyangga utama dengan jarak antar tiang 1 m dan 60 cm pada ujung batang. 5. Pasang batangan bambu utuh pada dinding bawah dan bedengan atas;6. Masukkan media tanam ke dalam wadah terpal yang terdiri dari lapisan pertama tanah sekitar 20 cm dan di atasnya pupuk kandang setebal 60 cm; 7. Campur media tanam dan bedengan siap ditanami; dan8. Pasang 2 (dua) batangan bambu di atas bedengan dengan jarak sekitar 20 cm dari dinding bedeng untuk landasan batang tanaman. Langkah-langkah Penanaman:1. Menghitung kebutuhan benih untuk tiap hektar, rata-rata 80.000– 100.000 benih;2. Benih siap tanam berumur 1,5 bulan dari okulasi;3. Lubang tanam dibuat dengan jarak antar barisan 20 cm, jarak dalam barisan 15 cm, dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanam dengan sistem zigzag;4. Menanam benih sampai batas mata tunas dengan kemiringan sekitar 5 0 ke arah dalam bedengan;5. Menutup lubang yang telah diisi benih mawar dengan tanah setebal sekitar 2 cm, kemudian ditambahkan pupuk dasar dengan cara ditabur atau dimasukkan ke dalam lubang atau larikan, selanjutnya ditutup dengan tanah tipis;6. Mengairi atau menyiram tanah di bedengan hingga cukup basah (lembab); dan7. Mencatat seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada penanaman.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan