PROSES PEMBUATAN DAN MANFAAT KOMPOSOLEH :HERU SUPRAPTO, SPPENDAHULUANAkar tanaman menyerap unsur hara dari dalam tanah dengan bantuan energi sinar matahari. Unsur hara dari dalam tanah bersama – sama dengan hasil fotosintesis akan diubah menjadi senyawa kompleks untuk membentuk daun, batang, buah, umbi maupun butir – butir biji. Biji – bijian, buah – buahan atau umbi selanjutnya dipanen dan dibawa ketempat lain. Tidak jarang seresah tanaman sisa panen juga ikut terangkut dari lahan atau dibakar.Proses ini telah berlangsung lama, bahan organik tanah terus mengalami penguraian sehingga semakin menips dan unsur hara tanah semakin habis. Selama ini kekurangan unsur hara lebih banyak diimbangi dengan menambahkan pupuk kimia. Hal ini dapat mengakibatkan kesuburan tanah turun drastic. Kekurangan bahan organik dapat mengakibatkan banyak masalah, amtara lain :• Kemampuan menahan air rendah• Efisiensi penyerapan pupuk rendah• Struktur tanah yang kurang baik akibatnya produktivitas tanah cenderung menurun sementara kebutuhan pupuk meningkatSalah satu solusi penting untuk mengatasi mesalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik yang cukup ke dalam tanah, sehingga lebih dari 25 %. Kompos adalah jenis bahan organik yang dapat digunakan untuk menambah dan memperbaiki kesuburan tanah.MENGENAL KOMPOSPemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu alternative yang sangat tepat untuk mengatasi kelangkaan dan naiknya harga pupuk. Sampai saat ini pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk belum dilakukan petani secara optimal, kecuali di daerah – daerah sentra sayuran. Sedangkan di daerah lain kotoran ternak banyak terumpuk disekitar kandang dan belum dimanfaatkan sebagai sumber pupuk. Keluhan petani saat terjadi kelangkaan atau mahalnya harga pupuk non organik seharusnya dapat diatasi dengan menggiatkan kembali pembuatan dan pemanfaatan komposPupuk kompos merupakan dekomposisi bahan – bahan organik atau proses perobakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos adalah kotoran ternak yang dikomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah ditambah dengan bahan – bahan lain untuk memperkaya kandungan kompos seperti serbuk gergaji, sekam, jerami padi, abu atau kalsit/kapur. Umumnya dipilih kotoran ternak sapi karena selain tersedia banyak di petani juga memiliki kandungan nitrogen dan potassium dan merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos.MANFAAT KOMPOSKompos ibarat multivitamin untuk tanah pertanian, kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat. Kativitas mikroba tanah akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan juga dapat menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanamanKANDUNGAN HARA KOMPOSKandungan hara di dalam kompos cukup lengkap, meliputi unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) dan unsur hara mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B) yang sangat diperlukan oleh tanaman. Namun kandungan unsur hara tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan kandungan unsur hara tertentu yang terdapat pada pupuk kimia buatan. Oleh karena itu aplikasi kompos biasanya diperlukan dalam jumlah yang banyak. Selain kandungan hara, keunggulan lain kompos adalah kandungan senyawa organik seperti asam humat dan asam sulfat yang bermanfaat untuk memacu pertumbuhan tanamanCARA PEMBUATAN KOMPOSPrinsip yang dgunakan dalam pembuatan kompos adalah proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktifitas biologis pada kondisi yang terkontrol. Bahan yang diperlukan adalah kotoran sapi 80 – 83 %, serbuk gergaji (bisa sekam, jerami padi, dan lain – lain) 5 %, bahan pemacu mikroorganisme 0,25 %. abu sekam 10 % dan kalsit/kapur 2 %. Juga boleh menggunakan bahan lain misalnya kotoran sapi 40 % dan kotoran ayam 25 %..Salah satu cara pembuatan pupuk kompos limbah ternak secara konvensional adalah sebagai berikut : Bahan – bahan yang akan dijadikan kompos dicampur secara merata, kemudian ditumpuk dengan ketinggia ± 20 cm. Ditaburi tanah gembur di atasnya, sampai semua bahan tertutup dengan ketebalan ± 5 cm. Dibasahi dengan air (dengan percikan/pakai gembor dengan nosel halus), tetapi jangan sampai menggenang.Ulangi lagkah – langkah tersebut. Untuk menjaga keseragaman proses dekomposisi maka proses pembuatan pupuk kompos dengan teknologi stardec harus sudah selesai dalam waktu maksimal 8 hari. Setiap minggu sekali, tumpukan kompos perlu diaduk – aduk untuk mempercepat proses dekomposisi dan juga untuk manjaga suhu tidak melebihi 70 ℃. Penyiraman dapat dilakukan jika kondisi bahan terlalu kering. Dalam waktu 1 bulan bahan – bahan sudah terdekomposisi dengan cirri berwarna gelap (coklat kehitaman) dan tidak berbau menyengat.