Loading...

Proses Pembuatan Gula Tebu

Proses Pembuatan Gula Tebu
PROSES PEMBUATAN GULA TEBU Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru adalah salah satu penghasil Gula Merah dari Tebu tepatnya pada Jorong Gunung. Mayoritas penduduk di sini selain berusaha tani hortikultura juga penghasil Gula Merah Tebu yang proses pembuatannya masih tradisional.Meskipun coraknya masih tradisional, akan tetapi tidak mengurang kwalitasnya terutama rasa dan aroma. Kenyataannya bahwa gula merah dari tebu sejak dulu memang sudah dikenal dan dirasa manfaatnya oleh masyarakat Minang Kabau khusunya. Pada dasarnya semua jenis tebu dapat diproses menjadi gula merah, umur 7-8 bulan tebu sudah dapat di proses menjadi gula merah tetapi sebaiknya menunggu sampai umur optimal panen demi meningkatkan mutu dan jumlah hasil nantinya setelah menjadi gula merah. Proses pembuatan gula tebu secara tradisonal oleh masyarakat minang dengan penggilingan menggunakan tenaga kerbau. Penggilingan ini berfungsi sebagai pemeras tebu yang terbuat dari gilingan besi, batang tebu dimasukan diantara dua gilingan yang berputar sehingga air tebu dapat terperas sebanyak- banyaknya. PROSES PELAKSANAANYA ◊Nira yang baru keluar dari gilingan ini masih sangat kotor, karena mengandung tanah dan kotoran lainya sehingga perlu dilakukan penyaringan dua sampai tiga kali sebelum nira masuk ke dalam kancah. ◊ Pemasakan nira yang telah disaring dimasukan dalam kancah-kancah yang ada dalam satu deret 3-5 kancah. Kancah ini terbuat dari besi tebal dengan diameter 60-90 cm. Tinggi lubang tungku ± 1 m sehingga penempatan tepi kancah hampir rata dengan permukaan atas dapur. Bahan bakar yang digunakan adalah sisa-sisa ampas tebu yang telah dikeringkan terlebih dahulu. Bila dapurnya baik maka dalam waktu 15-20 menit nira dalam kancah terdepan akan mendidih, kemudian disusul kancah ke 2,3,4 dan seterusnya. Pada saat ini kotoran-kotoran akan terapung bersama busa nira dan kotoran harus segera dibersihkan dengan menggunaka serok bambu. Untuk mencegah nira tidak terbuang ketika mendidih maka perlu menggunakan srumbung atau ketiding dari anyaman bambu.◊ Apabila nira pada kancah 1 mulai menyusut maka nira pada kancah 2 dituangkan pada kancah 1 demikian seterusnya, sehingga kira-kira 4 kancah menghasilkan 1 kancah gula merah jadi yang berwarna merah kekuningan dan lam proses ini kira-kira 4-6 jam. ◊ Setelah itu lakukan pencetakan dengan tetap menjaga suhu panas sampai habis masuk dalam cetakan. Pembekuan nira yang telah masak tadi dilakukan di udara terbuka sampai benar-benar beku dan sampai bisa dikeluarkan dari cetakan. Demikian teknologi pembuatan gula merah dari tebu semoga dapat bermanfaat bagi petani tebu yang memerlukannya. ( Novinsyah Putra. PP Nagari Tanjung Alam BPP Kecamatan Tanjung Baru )