Tanaman kopi merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang paling banyak di cari di berbagai negara belahan dunia. Meningkatnya permintaan kopi dari sejumlah negara diyakini mengerek prospek ekspor komoditas itu pada 2018 sejalan dengan proyeksi produksi yang ikut naik. Kopi juga sangat banyak manfaatnya dan sangat disarankan minum kopi. Kopi asal Indonesia cukup dapat bersaing dengan kopi produksi negara penghasil kopi lainnya. Apalagi Indonesia memiliki kopi jenis arabika yang dikategorikan dalam jenis premium. Bertanam kopi secara organik sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia.Cara menanam kopi secara organik untuk saat ini paling bayak digemari oleh sebagian petani tak sedikit yang beralih haluan untuk budidaya kopi secara organik dengan metode yang lebih canggih dan moderen sesuai perkembangan zaman. Di Indonesia sendiri, tanaman kopi paling banyak peminatnya baik untuk di konsumsi maupun sebagai komoditas ekspor yang semakin tahun semakin melonjak permintaannya. Dengan demikian, para petanilah yang akan merasakan keuntungan jika semakin tahun penikmat dan pencinta kopi semakin bertambah pesat.Bibit Kopi Untuk Budidaya Secara Organik. Sebelum melakukan budidaya kopi secara organik, petani biasanya memilih bibit kopi bagus serta memiliki varietas unggul. Bibit kopi yang bagus, nantinya juga akan menghasilkan buah yang lebat dan hasil panen yang cukup menguntungkan. Di Indonesia hanya di kenal beberapa jenis kopi saja, antara lain jenis kopi arabika, kopi robusta, kopi leberika, dan kopi dari jenis excelsa lain jenis kopi, maka lain pula karakter gaya hidupnya serta memiliki sifat gaya hidup berbeda pula. Bibit tanaman kopi juga wajib untuk kita sesuaikan dengan lokasi dan suhu udara di sekitar sebelum menanam. Sebab tidak semua suhu bagus untuk kita budidayakan kopi, sebagai contoh saja, jika lokasi berada di ketinggian di atas 850 dpl, maka jenis kopi robustalah paling cocok di tanam dan dibudidayakan. Begitu juga sebaliknya jika lokasi daerahnya berada diketinggian antara 350-800 meter di atas permukaan laut, maka jenis kopi leberika dan kopi excelsa yang paling tepat untuk dibudidayakan di daerah tersebut.Memilih Bibit Kopi Secara Cermat. Jika lokasi serta suhu sudah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan bibit tanaman kopi yang memiliki kualitas unggul. Selain itu, lahan juga sudah disiapkan sebelum mencari atau melakukan pembenihan bibit kopi.Kopi suka akan tempat yang lebih teduh serta rindang, maka dari itu, perlunya disiapkan pohon peneduh sebelumnya, sebelum menanam bibit kopi tersebut. Hal ini penting, untuk menghindari bibit pohon kopi nantinya jika sudah tumbuh besar sudah ada pohon peneduh yang mampu melindungi kopi dari sinar matahari langsung. Ada beberapa jenis bibit kopi yang sangat bagus jika di tanam, yang bisa di beli di toko pertanian banyak kita jumpai baik secara online dan offline. Cara yang paling mudah untuk melakukan pembibitan kopi yaitu dengan dua cara yang bisa di coba, yaitu dengan menggunakan teknik semai biji yang banyak digunakan para petani untuk pembibitan jenis kopi arabika. Lain halnya dengan jenis kopi robusta, para petani lebih menyukai dengan teknik metode setek atau cangkok yang diyakini lebih memiliki kualitas bibit lebih unggul jika dibandingkan dengan teknik pembibitan lainnya.Cara Menanam Bibit Kopi Organik. Jika lahan sudah siap, bibit sudah ada serta alat dan perlengkapan sudah kita siapkan, langkah selanjutnya bisa langsung melakukan penanaman bibit kopi tersebut. Jika bibit sebelumnya sudah berada dalam sebuah polybag, maka lakukan penggalian sesuai ukuran polybag.Buat lubang sekitar kurang lebih 3-4 bulan sebelum bibit kita tanam, setelah lubang di buat, maka bisa diberikan kapur-belerang dengan kombinasi sama, yaitu 250 gram untuk setiap lubang. Selanjutnya biarkan saja lubang tersebut terbuka sampai bibit siap di tanam.Langkah selanjutnya, yaitu memberikan pupuk berupa kotoran kambing atau bisa juga dengan pupuk kompos sekitar satu bulan sebelum bibit kopi di tanam yang bisa langsung dimasukkan dalam lubang galian. Makin dalam dan lebar lubang yang di buat, maka akan semakin bagus untuk pertumbuhan bibit kopi tersebut. Untuk dalam, bisa disesuaikan dengan tinggi/panjang polybag yang digunakan, tidak ada patokan kusus untuk hal lubang penanaman, yang penting lubangi hingga polybag longgar supaya unsur hara lebih natural untuk pertumbuhan bibit tersebut. Jarak paling ideal penanaman bibit kopi adalah 3×3 meter baik kopi robusta maupun jenis kopi arabika. Sebelum menanam bibit kopi, jangan lupa untuk membuang plastik polybag, serta memotong daun atau cabang yang di rasa bibit terlalu besar bisa disisakan 1-3 daun saja untuk setiap batang bibit. Hal ini untuk mempercepat timbulnya tunas dan bibit tidak akan goyang ketika terkena hembusan angin. Dengan demikian, sistem perakaran akan semakin bagus dan cepat tumbuh dengan sempurna. Saat menanam bibit, pastikan juga tegak lurus, struktur tanah timbunan padat.Penyulaman Bibit Kopi Yang Mati. Jika setelah beberapa bulan dilakukan penanaman, di lihat dan di periksa, bila ada bibit yang kita rasa kurang memiliki pertumbuhan sempurna bahkan bibit mati, kita langsung bisa melakukan penyulaman supaya didapatkan tanaman kopi nantinya tumbuh dengan rata dan seimbangPupuk Untuk Tanaman Kopi Organik. Jenis pupuk yang dianjurkan untuk bertanam kopi secara organik, sangat bagus pupuk yang digunakan terbuat dari bahan organik sebagai contoh bisa menggunakan pupuk berupa kompos. Pupuk kompos bisa di buat secara mandiri dengan mengumpulkan berbagai sampah dan ranting busuk selanjutnya kita olah menjadi sebuah pupuk yang lebih bagus bagi pertumbuhan tanaman kopi. Pupuk yang dibutuhkan untuk setiap batang, jika menggunakan pupuk organik berupa kompos, berkisar 2 kg dalam 1 tahun sekali. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kopi Yang Baik (GAP on Coffee). Kementan. Jakarta2. Sumber gambar berasal dari infoagribisnis.com