Loading...

Prospek Budidaya Sayuran Di Kecamatan Tulin Onsoi

Prospek Budidaya Sayuran Di Kecamatan Tulin Onsoi
Kecamatan Tulin Onsoi merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan yang memiliki pertumbuhan ekonomi dan masyarakat yang sangat berkembang cepat. Dengan begitu kebutuhan pangan pun ikut meningkat, termasuk kebutuhan sayur - sayuran, terkadang para penjual sayur mendatangkan sayuran dari luar daerah apabila hasil panen petani di Tulin Onsoi dan Sebuku berkurang. Bapak Luther adalah salah satu petani di desa Sanur yang memanfaatkan peluang usaha tersebut. Di lahannya yang berukuran kurang lebih 1 Ha, beliau menanam berbagai macam jenis sayur-sayuran. Pada saat dilakukan kegiatan anjangsana pada hari Selasa lalu tanggal 09 Maret 2021 oleh koordinator BPP Tulin onsoi yang didampingi oleh beberapa penyuluh pertanian Tulin Onsoi dikebun miliknya, beliau antusias menceritakan bahwa sayuran daun yang dibudidayakannya bisa dikatakan tergolong organik karena tidak menggunakan pupuk anorganik, beliau hanya menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ternak ayam sebagai pupuk dasar dan tidak menggunakan pestisida kimia. Namun, untuk tanaman cabai dan terong yang di budidayakan nya tidak jauh dari bedengan sayuran daun kerap masih menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan Hama penyakit. Untuk pemasaran hasil panen sangat mudah dan cepat, beliau biasa menjual sayurannya di kios -kios sayur dengan harga jual petani, untuk kangkung Rp 5.000;/Kg, bayam Rp 6.000/Kg, sawi Rp 12.000;/ Kg, terong Rp 8.000;/ Kg, dan cabai dengan harga Rp 70.000 ; - Rp 80.000; / Kg. Diusianya yang senja tidak menyurutkan semangat nya untuk terus membudiyakan sayuran karena menurutnya prospek kedepannya sangat menguntungkan, apalagi Pemerintah telah memberikan bantuan alat mesin cultivator di kelompok tani Gemah Ripah sehingga memudahkan petani untuk mengolah lahan dan membuat bedengan. Ditulis oleh INAMAH,SP Penyuluh Pertanian Muda