Tembakau atau Nicotiana Tabacum L, termasuk tumbuhan beracun dan merupakan bahan baku pembuatan rokok, untuk produksi rokok domestik dan ekspor. Tembakau dan industri hasil tembakau di Indonesia mempunyai andil yang cukup besar dalam perekonomian nasional dan regional karena selain merupakan sumber pendapatan dan devisa Negara juga menjadi sumber pendapatan petani serta penyedia lapangan kerja baik di pedesaan maupun perkotaan. Penerimaan Negara melalui industri hasil tembakau diterima dengan cara menerapkan cukai terhadap industri hasil tembakau yang dihasilkan oleh perusahaan/ industri rokok. Menurut data angka sementara tahun 2016, (Buku Statistik Perkebunan, Ditjen Perkebunan), luas areal pertanaman tembakau 206.337 ha dengan produksi 196.154 ton (daun kering) dan produktivitas sebesar 989 ton/Ha. Ekspor komoditas tembakau tahun 2015 tercatat sebesar 30.675,47 ton (daun kering) ke berbagai negara diantaranya ke Singapura, Malaysia, Sri Lanka, Jeman, Belgia dan lain-lain. Produksi tembakau saat ini stagnan, menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, tahun 2015 produksi tembakau mencapai angka sekitar 170 ribu ton, menurut data Kementerian Pertanian tahun 2015 Indonesia menghasilkan sekitar 202 ribu ton. Di satu sisi, permintaan rokok terus meningkat. Kementerian Perindustrian memperkirakan kebutuhan konsumsi rokok naik antara 5 hingga 7 persen setiap tahun. Pada tahun 2015, produksi rokok berkisar 398 miliar batang, tahun 2016 diperkirakan akan meningkat menjadi 421 miliar batang dan pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 524 miliar batang. Untuk memenuhi jumlah rokok sebanyak itu, paling tidak industri rokok butuh tembakau lebih dari 300 ribu ton. Selain untuk memenuhi kebutuhan industri rokok, tembakau Indonesia juga diekspor, Menurut Badan Pusat Statistik, pada tahun 2014, tembakau Indonesia telah diekspor sekitar 17 ribu ton dengan tujuan utama ke Amerika Serikat Banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat bahwa meningkatnya kebutuhan tembakau terutama tembakau virginia ini juga terkait dengan selera pasar. Saat ini pasar/konsumen sedang menggemari rokok mild dan putihan, sebagai bahan bakunya adalah tembakau Virginia yang mempunyai karakteristik ringan dan manis. Tembakau Virginia ditanam di wilyah Indonesia diantaranya di Jawa Tengah (Temanggung, Wonosobo), Nusa Tenggara Barat (Lombok), Jawa Timur (Bojonegoro, Jember, Probolinggo). Prospek yang menjanjikan petani adalah harganya yang cukup tinggi, tembakau jenis virginia RAM pada panen tahun ini harganya tembus Rp 29 ribu per kilogram. Saat ini tembakau merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi disamping tanaman perkebunan lain seperti sawit, kakao dan karet. Bila iklim mendukung (tidak terdampak cuaca ekstrim), produksi tembakau dapat meningkat, tidak seperti beberapa waktu lalu, adanya La Nina berdampak pada merosotnya produksi tembakau. Peluang usaha Peluang usaha budidaya tembakau cukup menjanjikan. Harga jual rokok yang kian meningkat membuat tembakau menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, meskipun tanaman ini cukup kontroversial (karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan bagi yang mengisap rokok). Namun di tengah kontroversi tersebut, tembakau menjadi bahan penting bagi perusahaan rokok, permintaan tembakau yang kian meningkat. Hal ini pula yang membuat banyak petani yang membudidayakan tembakau. Budidaya tanaman tembakau tidak sulit, dapat ditanam di Indonesia terutama di daerah dataran tinggi sangat cocok untuk budidaya tanaman tembakau. Untuk menghasilkan tanaman tembakau yang berkualitas harus dipelihara secara intensif. Untuk memulai usaha budidaya tembakau dapat mengacu analisa usaha dengan sumber Anonim dalam Peluang Usaha Budidaya Tembakau dan Analisa Usahanya, (Agrindo Create Better Future) sebagai berikut Analisa bisnis budidaya tembakauInvestasiPeralatan Harga pembukaan kebun tembakau Rp. 2.892.800pengadaan bibit tembakau Rp. 456.900mesin semprot Rp. 288.550selang air dan gunting Rp. 125.000golok dan sabit Rp. 74.500gerobak dorong Rp. 229.500cangkul Rp. 86.000keranjang panen Rp. 65.700timbangan Rp. 154.500pompa air Rp. 272.850timba dan terpal Rp. 61.500Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 87.160 Jumlah Investasi Rp. 4.794.960 Biaya Operasional per Bulan Biaya Tetap NilaiPenyusutan pembukaan kebun tembakau1/12 x Rp. 2.892.800 Rp. 241.067Penyusutan pengadaan bibit tembakau 1/62 x Rp. 456.900 Rp. 7.369Penyusutan mesin semprot 1/62 x Rp 288.550 Rp. 4.654Penyusutan selang air dan gunting 1/62 x Rp 125.000 Rp. 2.016Penyusutan golok dan sabit 1/62 x Rp. 74.500 Rp. 1.202Penyusutan gerobak dorong 1/62 x Rp 229.500 Rp. 3.702Penyusutan cangkul 1/44 x Rp. 86.000 Rp. 1.955Penyusutan keranjang panen 1/44 x Rp 65.700 Rp. 1.493Penyusutan timbangan 1/62 x Rp 154.500 Rp. 3.511Penyusutan pompa air 1/62 x Rp 272.850 Rp. 4.401Penyusutan timba dan terpal 1/44 x Rp. 61.500 Rp. 1.398 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp. 87.160 Rp. 1.981 upah pekerja Rp. 1.600.000 Total Biaya Tetap Rp. 1.874.748 Biaya Variabel pupuk Rp. 27.400 x 30 = Rp. 822.000pupuk kimia Rp. 29.800 x 30 = Rp. 894.000pestisida dan obat Rp. 37.500 x 30 = Rp. 1.125.000biaya lainnya Rp. 28.600 x 30 = Rp. 858.000Biaya transportasi Rp. 23.500 x 30 = Rp. 705.000pengemas Rp. 9.500 x 30 = Rp. 285.000 BBM Rp. 24.500 x 30 = Rp. 735.000 Total Biaya Variabel Rp. 5.424.000 Total Biaya Operasional Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 7.298.748 Pendapatan per panen 46 kg x Rp. 7.000 = Rp. 322.000Rp. 322.000 x 30 hr = Rp. 9.660.000 Keuntungan per Bulan Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional Rp. 9.660.000 – 7.298.748 = Rp. 2.361.252 Lama Balik Modal Total Investasi / Keuntungan = Rp. 4.794.960 : 2.361.252 = 2 bln Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya tembakau sangat menguntungkan dimana modal Rp 4.794.960 dengan kentungan per bulan Rp 2.361.252 dan balik modal dalam 2 bulan. Prospek kedepanUntuk memenuhi bahan baku industri rokok perlu didukung oleh kesiapan teknologi dan sarana pascapanen yang cocok untuk kondisi petani agar mereka mampu menghasilkan tembakau dengan mutu seperti yang dipersyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia. Suatu keniscayaan, bila tembakau virgina di Indonesia dibudidayakan dengan baik, dikembangkan di lokasi yang sesuai, adanya jaminan mutu, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu serta keberlanjutan, tembakau rakyat dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan, Indonesia akan menjadi negara penghasil tembakau terbesar didunia yang mampu bersaing dengan negara penghasil tembakau lainnya. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 56/Permentan/Ot.140/9/2012 Tentang Pedoman Penanganan Pascapanen Tembakau; 2) Pembudidayaan Pengolahan dan Pemasaran Tembakau, Penebar Swadaya, 1998; 3) Anonim, Peluang Usaha Budidaya Tembakau dan Analisa Usahanya, Agrindo Create Better Future; 4) Dihimpun dari berbagai sumber.