Pisang merupakan jenis buah yang memiliki jenis yang beragam. Daunnya berbentuk lebar dan memanjang, buah pisang tersusun dalam tandan yang berkelompok-kelompok dengan susunan menjari. Salah satu jenis pisang yang popular dikalangan masyarakat adalah pisang raja bulu yang memiliki ukuran yang sedang dan gemuk. Biasanya panjang ukuran buah pisang berkisar 12-18 cm dengan berat 110-120 gram. Umumnya, satu pohon pisang raja bulu menghasilkan 90 buah, terkenal dengan cita rasanya yang sangat manis dibandingkan dengan jenis pisang lainnya. Buahnya berbentuk agak melengkung dengan pangkal agak bulat, ketika mentah kulit pisang berwarna hijau dengan bintik-bintik hitam. Sementara itu, kulit pisang akan berwarna kuning dengan bintik hitam ketika matang. Kulit pisang sedikit tebal, buahnya memiliki tekstur yang lunak, tidak berbiji dan berwarna kuning kemerahan. Pisang mengandung banyak nutrisi seperti serat, protein, vitamin C, A, B6, kalium, niacin, magnesium, besi dan riboflavin. Banyaknya kandungan yang terdapat pada buah pisang membuatnya memiliki beragam manfaat. Vitamin C, A, B6 sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh dan pencerahan penglihatan, kabohidrat bermanfaat bagi energy tubuh. Pemilihan bibit tanaman pisang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu berasal dari anakan tanaman induk pisang unggul yang sehat dan berasal dari bibit kultur jaringan. Berikut cara memilih bibit tanaman pisang Bibit Anakan Pilihlah bibit dengan tinggi sekitar 20-80 cm Bibit anak belum berdaun atau sudah berdaun pedang Lakukan desinfektan pada bibit anakan. Caranya, rendam bibit pisang dengan fungisida dan bakterisida minimum 30 menit setelah pemisahan dari rumpun induk Bibit Kutur Jaringan Pilihlah bibit dengan tinggi sekitar 20-50 cm Tanaman yang dipilih minimum sudah memiliki 3 helai daun Tanaman yang berasal dari maksimum 5 kali subkultur. Artinya, bibit berasal dari 5 kali proses penggandaan atau perbanyakan selama kultur jaringan dilakukan Berumur minimum 2 bulan setelah dilakukan proses adaptasi dan penguatan dengan lingkungan lusr laboratorium kultur jaringan Tanaman pisang dapat hidup pada berbagai jenis tanah. Lokasi tanam untuk tanaman pisang diantaranya tanah bertipe lempung, lempung berpasir, lempung liat berpasir hingga liat Pemberongsongan atau pembungkusan buah pada tanaman pisang dilakukan agar buah terhindar dari penyakit dan hama. Selain itu, pemberongsongan juga dilakukan untuk memperoleh permukaan kulit buah yang baik dan mulus. Berikut teknik pembungkusan buah pada tanaman pisang Lakukan pembungkusan ketika seludang pertama pada jantung pisang belum membuka dan jantung sudah mulai merunduk Sebelum dibungkus semprotkan jantung pisang dengan insektisida Pembungkusan menggunakan kantong plastic berwarna biru atau kantong berbahan kertas semen Ikat bungkusan secara erat pada pangkal tandan, usahakan seludang teratas tidak masuk ke dalam bungkusan/brongsong. Lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap jantung pisang yang telah dibungkus/berongsong Periksalah proses pembukaan sisir pada tandan pisang yang di brongsong, biasanya jumlah sisir pisang yang dipelihara sekitar 6-10 buah Setelah sisir terakhir terbuka, potong sisa jantung pisang Oleskan bakterisida atau fungisida ke ujung bekas potongan sisa jantung pisang. Tanggal, 28 Oktober 2019 Penulis Moh Ali Nurdin