Loading...

Pupuk Organik Lahan Tanaman Kedelai

Pupuk Organik Lahan Tanaman Kedelai
Pupuk Organik Lahan Tanaman Kedelai Sebagaimana kita ketahui, produksi kedelai dalam negeri masih jauh dari mencukupi kebutuhan. Negara kita masih bergantung pada impor kedelai sebanyak 70 %. Oleh karena itu pemerintah berupaya meningkatkan produksi kedelai dengan perluasan areal panen dan peningkatan produktifitas pertanaman. Berkaitan dengan hal tersebut, perbaikan kesuburan tanah menjadi kunci utama dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan, terutama lahan kering. Perbaikan kesuburan tanah tidak terlepas dari upaya pemberian pupuk, baik organik maupun anorganik. Namun, masyarakat kita sebagian besar masih menggunakan pupuk anorganik (kimia) buatan pabrik yang harganya terus meningkat. Dalam rangka pengembalian kesuburan tanah akibat kekurangan bahan organik serta mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik maka pemerintah menggalakkan kembali program pemakaian pupuk organik.Pupuk organik yang dikenal luas di masyarakat antara lain pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, serta limbah pertanian, kota dan industri. Permasalahannya adalah pengangkutan pupuk tersebut memerlukan tenaga dan alat tampung (angkut) yang lebih besar, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar. Oleh karena itulah perlu dibuat dan dikembangkan jenis pupuk organik yang kaya dengan hara agar jumlah pupuk yang diperlukan leih sedikit. A. Pupuk Organik Kaya Hara (SANTAP-NM) untuk kedelai pada lahan non masamPupuk Santap-NM curah (bukan butiran) berbahan baku kotoran sapi (47 %), kotoran ayam (20 %), batuan fosfat (15 %), abu ketel pabrik (15 %), dan belerang 2,5 %. Keunggulan: (pada lahan non masam, kering):1. Efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanam.2. Mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik (dapat menghemat sekitar 50 %).*) pada lahan kering masam, pupuk ini mampu meningkatkan pembentukan bintil akar yang mampu memfiksasi N-udara dari tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman, khususnya pada kedelai.Cara aplikasi SANTAP-NMPupuk ini diaplikasikan pada saat tanam atau hingga tanaman berumur 7 hari setelah tanam (0-7 hst), dengan cara ditugal berjarak 5 cm di samping tanaman, atau dalam alur berjarak 5 cm di samping barisan tanaman. Takaran SANTAP-NM adalah 1.500 kg/ha pada pertanaman kedelai berjarak tanam 40cm2 x 15 cm2 tanaman per lubang, atau jumlah rumpun sekitar 166.000 tanaman per hektar, maka pada setiap rumpun ke dalam lubang tugal sedalam sekitar 5 cm diberi SANTAP-NM sekitar 9 gram dengan menggunakan sendok makan. Apabila diberikan dalam alur di samping barisan tanaman, untuk takaran SANTAP-NM 1.500 kg/ha maka dalam setiap meter alur diberi sekitar 60 gram, atau sekitar 1 genggam tangan orang dewasa.B. Pupuk Hayati MI-2 untuk peningkatan hasil kedelai di lahan masamPupuk hayati ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi kedelai pada lahan kering masam. Kendala utama di lahan ini adalah ketersediaan unsur hara yang rendah, di antaranya Fosfor (P). Pada tanah masam dengan kandungan Al, Fe dan Mn tinggi, hara P terikat menjadi al-P, Fe-P, dan Mn-P yang sukar larut sehingga tidak tersedia untuk tanaman. Pupuk Hayati MI-2 merupakan inokulan bakteri pelarut P yang terdiri atas empat isolate Pseudomonas sp koleksi Balitkabi dari lahan kering masam Lampung yang sudah dievaluasi keefektifannya di Lab, rumah kaca dan lapangan dan terbukti efektif.Keunggulan MI-2:1. Efektif meningkatkan ketersediaan hara P dan mampu menurunkan 20-50 % kebutuhan pupuk SP36 untuk kedelai di tanah masam.2. Formula bahan pembawa yang terdiri dari campuran gambut, dolomite dan arang dengan pH 6,5 menghasilkan lingkungan tumbuh yang baik dan viabilitas yang tinggi bagi mikroba di dalamnya sehingga efektivitas pupuk hayati MI-2 tetap terjaga hingga 5-6 bulan penyimpanan pada suhu kamar ( ± 28o C)3. Penambahan methyl cellulose 1 % pada bahan pembawa memudahkan aplikasi dan perekatan pupuk MI-2 pada benih kedelai.Cara aplikasi pupuk hayati MI-2: Cara pemakaian pupuk hayati MI-2 adalah dicampur rata dengan benih yang telah dibasahi air, dengan takaran 5 g/ kg benih kedelai. Pencampuran dilakukan di tempat yang teduh (tidak di bawah terik matahari) kemudian benih yang telah diinokulasi segera ditanam. C. Pupuk Organik Kaya Hara "SANTAP-M"Pupuk "Santap-M" dibuat dari bahan organik campuran kotoran sapi (48%),kotoran ayam (20%), batuan fosfat (15%), abu ketel pabrik gula (15%) dan urea 2%. Keunggulan pupuk organik kaya hara "SANTAP-M" pada lahan kering masam sebagai berikut:1. Meningkatkan pembentukan bintil akar yang mampu memfiksasi N-udara dari tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman.2. Efektif meningkatkan pertumbuhan hasil tanaman Kedelai, Kacang Tanah, dan Ubi Kayu.3. Mengurangi ketergantungan menggunakan pupuk anorganik. Cara aplikasi pupuk "SANTAP-M"Pupuk ini diaplikasikan pada saat tanam atau hingga tanaman berumur 7 hari setelah tanam (0-7 hst), dengan cara ditugal berjarak 5 cm di samping tanaman, atau dalam alur berjarak 5 cm di samping barisan tanaman. Takaran SANTAP-NM adalah 1.500 kg/ha pada pertanaman kedelai berjarak tanam 40cm2 x 15 cm2 tanaman per lubang, atau jumlah rumpun sekitar 166.000 tanaman per hektar, maka pada setiap rumpun ke dalam lubang tugal sedalam sekitar 5 cm diberi SANTAP-NM sekitar 9 gram dengan menggunakan sendok makan. Apabila diberikan dalam alur di samping barisan tanaman, untuk takaran SANTAP-NM 1.500 kg/ha maka dalam setiap meter alur diberi sekitar 60 gram, atau sekitar 1 genggam tangan orang dewasa. Pupuk ini sangat baik digunakan pada lahan podsolik merah-kuning. Sumber: Balitkabi, Badan Litbang Kementerian PertanianNama Penulis: Miskat Ramdhani, M. Si dengan alamat email: annurd@gmail.comPenyuluh Pertanian BBP2TP