Bupati Kabupaten Buru, Ir Ramli I. Umasugi selaku Ketua Tim Pelaksanaan Program P2BN Kabupaten Buru dengan antusias memimpin pelaksanaan Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program P2BN Kabupaten Buru. Acara ini bertempat di aula kantor camat Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru, pada hari rabu, 27 Nopember 2013 , setelah beberapa waktu yang lalu juga dilakukan kegiatan yang sama di Kecamatan-kecamatan lain yang merupakan wilayah sentra tanaman padi, yakni Kecamatan Waelata dan Lolongguba. Dalam acara ini, hadir berbagai elemen pendukung pelaksanaan Program P2BN di lingkup Kabupaten Buru, yang meliputi; Kepala Dinas Pertanian beserta staf, Kepala Dinas PU beserta staf, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta staf, Wakil Kepala Badan Ketahanan Pangan beserta staf, para camat sentra tanaman padi, kepala-kepala desa, ketua-ketua gapoktan, serta para penyuluh pertanian. Untuk mendukung program P2BN 2013/2014 ini, Kabupaten Buru dibebani target produksi 44.980 ton GKG, atau 45% dari seluruh beban produksi Provinsi Maluku yang sebesar 98.130 ton GKG. Sedangkan ketersediaan lahan sawah produktif di Kabupaten Buru adalah sekitar 4.053 ha dari luas keseluruhan 6.679 ha lahan sawah di kabupaten ini. Sisa lahan sawah yang lainnya, tidak tergarap karena adanya beberapa kendala, terutama karena rusaknya jaringan irigasi. Dengan membandingkan target produksi dan luasan lahan produktif, berarti lahan-lahan sawah di Kabupaten Buru yang biasa melakukan 2 musim tanam per tahun, harus mampu menghasilkan produksi rata-rata 5,55 ton GKG/ha / musim tanam. Jumlah produksi ini kenyataannya jauh melebihi kondisi produksi rata-rata/ha Kabupaten Buru yang baru mencapai kisaran 4,8 ton/ha GKG. Untuk menjawab semua ini Bapak Bupati beserta pihak-pihak terkait terutama Dinas Pertanian Tanaman Pangan telah berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk peningkatan produksi padi ini, diantaranya adalah dengan lebih mengintensifkan pengawalan kegiatan pertanian melalui kegiatan penyuluhan pertanian oleh para Penyuluh Lapangan (PPL), pelaksanaan kegiatan SLPTT, pemberian BLBU dan obat-obatan, sampai pada pengembangan pembudidayan padi hibrida. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;}