Loading...

Rapat Koordinasi SIMURP Provinsi Sulawesi Selatan

Rapat Koordinasi SIMURP Provinsi Sulawesi Selatan
Dalam rangka memantapkan dan mengkonsolidasikan pelaksanaan kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2021 di Sulawesi Selatan, dilaksanakan Rapat Koordinasi Kegiatan SIMURP di Hotel Gammara pada tanggal 8 Juni 2021. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Narasumber dari Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Prov. Sulsel, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Prov. Sulsel, Regional Team Leader (RTL) Wilayah Timur SIMURP TPM Komponen A. Hadir sebagai peserta, Kepala Dinas Pertanian Kab Pangkep, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Takalar, Pelaksana SIMURP di tiga kabupaten (Pangkep, Bone serta Takalar), Polbangtan Gowa, Alumni Training of Master (TOM) dan Training of Trainers (TOF), Koordinator TPM, Koordinator BPP Pelaksana SIMURP, Bappeda, dan Dinas PU masing-masing di tiga kabupaten pelaksana program SIMURP. Kewenangan BBWS melakukan kegiatan rehabilitasi dan modernisasi jaringan irigasi, Bappelitbangda melakukan penguatan kelembagaan pengelolaan layanan irigasi, sedangkan Dinas PUTR melakukan pengelolaan dan pengawasan alokasi air irigasi. Dengan adanya rehabilitasi dan modernisasi jaringan irigasi, diharapkan petani dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali. Di sisi lain, petani diharapkan melakukan budidaya tanaman yang ramah lingkungan, menekan emisi gas rumah kaca dan mengusahakan peningkatan produktivitas tanaman. Bapak Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, Dr. Ir. Andi Ardin Tjatjo, MP dalam arahannya menyampaikan perlunya melakukan mitigasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim global. Mitigasi dilakukan melalui upaya menekan laju emisi gas rumah kaca, karena gas rumah kaca yang membuat suhu bumi semakin meningkat mengakibatkan perubahan iklim global. Perubahan iklim global ditandai dengan terjadinya La Nina dan El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pertanian. Sedangkan upaya adaptasi dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang mampu mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positif perubahan iklim seperti penghematan air dengan teknologi pengairan berselang. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian Dinas TPHBUN Prov. Sulsel