Loading...

Refugia Sebagai Alternatif Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan

Refugia Sebagai Alternatif Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
Dewasa ini petani cenderung menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan, berharap serangan OPT segera berkurang atau musnah. Usaha pengendalian hama tersebut semata-mata hanya ditujukan untuk memusnahkan organisme pengganggu tanaman, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah ekologi seperti keseimbangan dan kestabilan ekosistem. Oleh karena itu cara pengendalian hama semacam ini harus segera ditinggalkan dan beralih ke konsep pengelolaan hama yang berwawasan ekologi. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan kimia, mendorong para peneliti di bidang pertanian untuk mengembangkan teknik pengendalian OPT yang berbasis lingkungan, dan diharapkan tetap menjaga kelestarian agroekosistem di lapangan, dengan merunut kepada prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Suatu konsep pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah dengan cara menanam tanaman yang digunakan sebagai refugia sehingga konservasi predator dapat terus terjaga. Definisi refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Manfaat dan kegunaan tanaman refugia Menjaga dan memelihara populasi musuh alami hama. Menyediakan habitat dan makanan alternatif bagi musuh alami hama. Mendatangkan serangga bermanfaat seperti pollinator dan detritivor. Dapat menekan populasi hama sehingga kerugian hasil panen dapat diminimalkan. Menjaga keseimbangan ekologi pada lahan pertanaman. Jenis- jenis tanaman yang berpotensi sebagai refugia Jenis tanaman yang berpotensi sebagai tanaman refugia adalah Tanaman berbunga Tanaman berbunga yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas (Zinnia sp), kenikir (Cosmos caudatus) dll. Gulma berdaun lebar Gulma yang bisa dijadikan refugia berasal dari famili asteraceae seperti babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa L.), Bunga tahi ayam (Tagetes erecta) Tumbuhan liar Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (Synedrella nodiflora),pegagan (Centella asiatica), rumput setaria (Setaria sp.), rumput kancing ungu (Borreria repens), dan kacang hias atau kacang pentoi (Arachis pentoi). Sayuran Sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis), bayam (Amaranthus spp.) jagung (Zea mays) Syarat Menanam Tanaman Refugia Tanaman yang dijadikan sebagai refugia sebaiknya dipilih yang memenuhi kriteria antara lain: Pilih tanaman yang memiliki bunga dan warna yang mencolok. Regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan. Benih atau bibit mudah diperoleh. Mudah ditanam. Dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pematang lain. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menanam Tanaman Refugia Tanaman refugia sebaiknya ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman. Refugia cocok ditanam di pematang sawah. Diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan. Referensi : [Mulya. YM 2017] Mulya, Yeniarta Margi. 2017. Refugia sebagai Alternatif Pengendalian Alami Organisme Pengganggu Tumbuhan OPT. (bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id). Diakses 9 Agustus 2019. [Tanpa nama 2019] Tanpa nama 2019. Refugia. Leaflet. KKN-PPM Universitas Gajah Mada 2019 Penulis : Yusnita W, SP NIP : 198303022006042020 WKPP : Desa Tanggulkundung dan Desa Wateskroyo Kecamatan Besuki