Loading...

Refugia sebagai tanaman pagar untuk pengendalian hama padi

Refugia  sebagai tanaman pagar untuk pengendalian hama padi
TUJUAN DAN MANFAAT TANAMAN REFUGIA Tujuan penanaman refugia di pertanaman padi adalah sebagai tempat berlindung sebelum menemukan inang atau mangsanya.Penanaman tanaman di pinggir lahan dapat dilakukan untuk memenuhi hal tersebut.Selain bertujuan untuk mendapatkan hasil produksi sampingan, penanaman dipinggir lahan dapat berfungsi sebagai sumber makanan bagi imago bagi para sitoid maupun predator dan tempat berlindung sementara. Sedangkan manfaat dari penanaman tanaman refua adalah pengendalian hama dengan cara bercocok tanam dengan menggunakan tanaman perangkap dapat mendorog stabiltas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam keseimbangannya. Penggunaan tanaman perangkap harus mempunyai fungsi sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepungsari untuk makanan predator atau musuh alami. Bunga tanaman refugia memiliki warna terang dan menghasilkan nektar yang bermanfaat sebagai sumber pakan musuh alami.Selain itu refugia juga berfungsi sebagai habitat dari musuh alami. Dengan adanya pertanaman refugia, kemampuan musuh alami dalam menekan hama dapat meningkat. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan dan mempunyai warna yang diminati musuh alami. Tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman refugia sebaiknya memilki karakteristik berbunga dan berdaun lebar, karena dapat memancing predator alami dengan nektar bunga sekaligus sebagai tempat perlindungan. Beberapa jenis tanaman gulma juga bisa dijadikan refugia. Beberapa jenis laba-laba menjadikan rumput liar sebagai tempat perlindungan mereka. Semakin tersedianya refugia bagi tempat perlindungan dan pembiakan musuh-musuh alami, khususnya gulma-gulma berdaun lebar. Tanaman kacang panjang juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang panjang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembayung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia). Kelebihan bunga kertas, selalu mekar dan bunganya beraneka warna sehingga banyak dikunjungi serangga dari berbagai jenis kupu-kupu, semut, kumbang, laba-laba dan lebah. Kelebihan lain tanaman ini mudah ditanam (cepat tumbuh), bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinyu. Ada jenis gulma yang dapat digunakan sebagai refugia asteraceae (keluarga aster). Gulma ini ditata pada jalur khusus Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga musuh alami, pengaruh gulma terhadap tanaman pokok tidak terlalu berarti, bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian. Selain gulma, tumbuhan liar yang berbunga disekitar lahan pertanian juga berpotensi menjadi refugia, yaitu antara lain jenis S’ynedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi. Hal yang perlu diperhatikan dalam menanam tanaman refugia adalah jangan terlalu dekat dengan komoditas utama agar tidak berebut undur hara dan air. Selain itu, penyemprotan hanya saat populasi hama sudah tinggi. Diharapkan agar serangga menguntungkan yang sudah ada di lahan tidak ikut terbunuh saat penyemprotan. Berbeda dengan insektisida yang hasilnya bisa dilihat hanya dalam kurun waktu sehari hingga dua hari, efek dari menanam tanaman refugia baru bisa dilihat dalam beberapa hari hingga minggu. Namun efek refugia akan berlangsung sepanjang tahun. Sedangkan aplikasi pestisida harus dilakukan secara berkala sesuai situasi perkembangan hama di lahan. Terlebih penggunaan refugia lebih ramah lingkungan, tidak merusak tanah, dan pastinya lebih murah. Musuh alami, predator Coccinella (kepik), Andrallus spinidens (kepik predator), Vespidae (tawon), semut, Odonata (capung), Mantidae (belalang sembah), Oxyopes sp. (laba-laba bermata jalang), Conocephalus longipennis (belalang), Asilidae (lalat perampok), Reduviidae (kepik pembunuh), Rhynochoris sp., Paedorus (tomcat) dan beberapa jenis laba-laba lain serta 9 parasitoidyaitu: Antrocephalus sp., Sympiesis sp., Anastatus sp., Telenomous sp., Gonatecurus sp (lalat peri), Brachymeria sp. (tawon parasitoid), Tachinidae Tetrastichus sp. (lalat uzi), dan Isotima sp. berfungsi lebih tinggi pada pertanaman dibandingkan dengan pertanaman yang disemprot insektisida setiap minggu. Dengan demikian pemakaian pestisda berlebihan dapat dikurangi.Sebagai contoh predator seperti capung, semut,tomcat/Phaederus, kepik, kumbang koksi dan laba-laba akan memangsa hama padi. Berbeda dengan predator, parasitoid yaitu serangga yang hidup menumpang pada serangga lain. Parasitoid melumpuhkan hama dengan cara meetakkan telurnya pada telur atau ulat hama padi, sehingga hama tidak berkembang/mati. WAKTU PENANAMAN REFUGIA Waktu penananan refugia pada pertanaman padi diusahakan saat pembuatan guludan selesai, dengan menanam refugia pada pinggiran guludan atau tanah kosong di sekitar sawah. Pada saat tanaman padi baru mulai tumbuh, rufia sudah berbunga, sehingga dapat menyediakan makanan untuk musuh alami hama dan padi dapat terhindar dari beberapa hama tanaman. Penanaman refugia diusahakan berjajar memanjang diluar area tanaman pokok dan tidak terlalu rimbun karena dikhawatirkan dapat mengundang tikus. Untuk tanaman sayuran, penanaman refugia diusahakan sebelum pengolahan lahan selesai, sehingga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga. LANGKAH-LANGKAH PENANAMAN REFUGIA 1.Menyiapkan bunga refugia yang sudah siap untuk ditanam Membuat guludan atau tanah kosong di sekitar sawah Tanamkan bunga refugia yang sudah siap Siram bunga refugia secara rutin