Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas kakao dapat dilakukan dengan rehabilitasi tanaman kako. Yang dimaksud dengan rehabilitasi adalah kegiatan perbaikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman melalui tindakan-tindakan sambung samping, sambung pucuk dengan klon-klon unggul dan perbaikan kultur teknis. Syarat tanaman kakao yang direhabilitasi yaitu bila produksi tanaman tidak optimum namun kondisi perakaran dan batang masih kuat, produktivitas rendah 70% dari standard dan memenuhi persyaratan kesesuaian lahan,Persiapan dilakukan dengan menyiapkanbahan tanaman kakao sesuai klon anjuran yaitu ICS 13, ICS 60, GC 7, TSH 858, UIT 1, RCC 70, RCC 71, RCC 72, RCC 73 dan klon unggul lokal lainnya. Ketersediaan bahan tanaman kakao yang digunakan telah direkomendasi oleh Pusat Penelitian atau Dinas Provinsi setempat yang membidangi perkebunan. Teknik singkat melakukan rehabilitasi tanaman kakao dapat dijelaskan sebagai berikut:Sambung samping1. Batang bawaha. Pada ketinggian 45-60 cm dari permukaan tanah, kulit batang ditoreh vertikal sepanjang 5 cm, jarak antar torehan 1-2 cmatau sama dengan diameter entres yang akan disisipkan, Tebalnya sayatan sampai mencapai cambium;b. Pada ujung atas torehan dipotong miring ke bawah sampai mencapai cambium, selanjutnya kulit diungkit untuk mengetahuiapakah kulitmudah dibuka. Membuka lidah kulit waktunya bersamaandengan saat menyisipkan entres;c. Sambung samping dapat dilakukan lebih dari satu tempat pada tiap pohon 2. Entresa. Entres disiapkan dengan cara memotongsepanjang 10-12 cm dengan 3-5mata tunasb. Pangkal entres disayat miring sehingga diperoleh bentuk permukaan saatan runcing seperti bsji dengan panjang sayatan 3-4 cm3. Penutupan entres danpengikatana. Enters perlahan-lahan disisipkan pada batang bawah. Sisi sayatanyang berbentuk seperti baji diletakkan menghadap batang bawah kemudian lidah kulit ditutup kembali;b. Entres dikerodong dengan kantong plastic ukuran 18 x 8 cm kemudian diikat kuat dengan tali raffia. Pengikatan harus cukup kuat sehingga air hujan tidak masuk ke luka sayatan;c. Sayatan dapat juga ditutup dengan lembaran plastic kemudian diikat erat. Lebar plastic minimum ssetengah keliling lingkaran batang bawah;d. Keberhasilan sambung samping tergantung pada sejauh mana entres terhindar dari dehidrasi dan luka sayatan terhindar dari air hujan4. Pengamatan dan pengulangana. Pengamatan dilakukan 3-4 minggu setelah penyambungan. Bila entres tampak masih segar makasambungan berhasil dan sebaliknyajika entres kering atau busuk maka sambungan gagal;b. Pada sambungan yang gagal segera dilakukan sambung ulang pada sisi yang berlawanan dengan letak sambungan awal;c. Setelah panjang tunas ± 2 cm maka kantong plastic penutup entres dibuka dengan cara merobek tanpa melepas tali pengikatnya. Apabila digunakan lembaran plastic sebagai penutup, tali penutup entres dilepassedang tali yang mengikat pertautan tetap dipertahankan;d. Tigabulan setelah penyambungan bila entres telah melekat erat pada batang bawah maka tali pengikat pertautan baru dibuka.5. Perawatan tunas barua. Secara teratur tunas-tunas air yang tumbuh dari batang bawah dibersihkan;b. Tunas-tunas baru yang tumbuh diikatkan pada batang bawah agar tumbuh vertical;c. Tajuk batang bawah yang menutup tunas baru disiwing/dipotong;d. Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan dengan penyemprotan pestisida secara tertaur. Hama yang sering menyerang adalah Helopeltis sp, kutu putih dan berbagai jenis ulat pemakan daun sedang penyakit yang sering menyerang adalah Colletotrichum sp;. e. Pangkasan bentuk tunas baru dilakukan dengan memotong ujung tunas primer pada jarak 60 cm dan memelihara 3 cabang sekunder. Pangkasan selanjutnya dengan memotong ujung-ujung cabang sekunder pada batas 30 cm dari tempat percabangan;f. Batang bawah baru dipotong total pada saat tunas baru sudah kuat dan mulai berbuah, yaitu setelah berumur 1,5-2 tahun pada jarak 20-50 cm diatas pertautan;g. Perawatanrutin lainnya dilkukan sesuai baku teknis seperti wiwilan, pemupukan, pengaturan pohon penaung danpengendalian hama dan penyakitSambung samping dilakukan pada awal musim hujan, dilakukan pada batang bawah yang sehat., Sambung pucuk1. Untuk tanaman yang kulit batangnya lengket, disarankan sambung pucuk dilakukan pada tunas air yang sengaja dipelihara2. Pelaksanaannya sama dengan sambung samping Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Kakao, Ditjen Perkebunan; 2) Dihimpun dari beberapa sumber