Loading...

ROADMAP RIAU BERTANI 2020-2024

ROADMAP RIAU BERTANI 2020-2024
Riau Bertani atau Riau Bergerak Tanam Padi. Riau Bertani 2020-2024 mempunyai Visi yaitu Riau bersatu berdaya saing, bermartabat, sejahtera dan unggul di Indonesia. Sedangkan misi Riau Bertani adalah Bergerak Tanam Padi 2020-2024 untuk mewujudkan Riau mandiri, maju dan modern. Riau Betani 2024 bertujuan untuk mencapai produksi padi untuk mencukupi kebutuhan konsumsi beras 50 % dari kebutuhan penduduk sebanyak 7.410.230 jiwa atau sebanyak 331.237 ton beras atau setara 519.914 ton gabah kering giling (gkg). Hal ini bisa dicapai dengan melihat potensi lahan sawah, luas baku lahan sawah yang dimiliki oleh Provinsi Riau seluas 62.689 ha(sesuai dengan SK Menteri ATR nomor 686 tahun 2019 yang terdapat di 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. Sawah tersebut berada di Kabupaten Rokan Hilir seluas 12.185 ha, Kabupaten Rokan Hulu seluas 1.683 ha, Kabupaten Bengkalis seluas 2.992 ha, Kabupaten Siak seluas 4.331 ha, Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 3.436 ha, Kabupaten Pelalawan seluas 6.718 ha, Kabupaten Indragiri Hilir seluas 19.020 ha, Kabupaten Indragiri Hulu seluas 2.667 ha, Kabupaten Kuantan Singingi seluas 6.212 ha, Kabupaten Kampar seluas 3.220 ha, Kota Pekanbaru seluas 3 ha dan Kota Dumai seluas 217 ha. Untuk mencapai produksi beras sebanyak 331.237 ton, dapat diperoleh dengan menerapkan 4 strategi, yaitu peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman (IP), penerapan mekanisasi dengan pengelolaan alsintan dan penguatan kelembagaan tani melalui pembentukan korporasi petani. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan benih unggul bermutu, pengolahan tanah, pengairan, pemupukan berimbang dan penanganan panen dan pasca panen yang baik. Pemenuhan benih unggul dengan menumbuhkan penangkar-penangkar benih di beberapa kabupaten. Peningkatan Produktivitas ditargetkan dari 4 ton menjadi 7 ton per ha gabah kering giling. Hal ini direncanakan akan dilaksanakan di beberapa kabupaten dengan klaster sebagai berikut : Klaster Kampar 535 ha, Klaster Sabak Auh 796 ha, Klaster Rambah Samo 659 ha, Klaster Rimba Melintang 887 ha, Klaster Benai 929 ha dan Klaster Kempas 1.639 ha. Peningkatan Indeks Pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200, dapat dicapai dengan pengelolaan air melalui perbaikan saluran irigasi, pembuatan embung dan long storages, pompanisasi, dan lain-lain. Peningkatan Indeks Pertanaman ditargetkan akan dicapai di beberapa kabupaten dengan klaster sebagai berikut : Klaster Sungai Upih 3.002 ha, Klaster Sungai Solok 2.014 ha, Klaster Reteh 2.678 ha, Klaster Keritang 5.607 ha, Klaster Pekaitan 3.603 ha, Klaster Teluk Lanus 663 ha dan Klaster Siak Kecil 1.291 ha. Selain peningkatan produktivitas dan peningkatan IP, juga direncanakan peningkatan nilai tambah dan daya saing Kawasan Padi Pulau Mendol Pelalawan yaitu Klaster Organik Teluk Bakau seluas 451 ha dan Kawasan Padi Siak Klaster Organik Sungai Mandau seluas 587 ha. Penguatan kelembagaan tani dengan pembentukan korporasi petani melalui kerjasama antar daerah seperti Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalwan) serta Siap Bedelau (Siak, Pelalawan, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti). (Farida Malau, Penyuluh Pertanian Madya)