Loading...

Rubuha, Untuk Si Tyto Alba

Rubuha, Untuk Si Tyto Alba
Oleh: Eko Purwanto Tikus merupakan salah satu hama tanaman padi yang sangat menjengkelkan bagi petani. Dirasa demikian karena tikus tergolong hama yang rakus, menimbulkan kerusakan yang berat dan sulit untuk dikendalikan. Hal tersebut juga dirasakan petani di wilayah Pedukuhan Jetis dan Trimulyo Desa Sogan Kecamatan Wates, yang membudidayakan tanaman padi di bulak Lor Jetis dan Wetan Salam. Beberapa waktu yang lalu mengndalikan hama tikus yang meenyerang tanaman padi dengan umpan, kemposan, bahkan melakukan gropyokan di setiap awal musim tanam padi. Dalam pengendalian hama pada umumnya dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami, baik prdator, parasit atau patogen hama. Hama tikus mempunyai musuh alami predator yaitu burung hantu dari spesies Tyto alba. Untuk melestarikan burung Tyto alba di wilayah bulak lor Jetis dan wetan Salam, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo memberikan bantuan berupa rumah burung hantu (Rubuha). Bantuan diberikan kepada kelompok Eko Martani, Pedukuhan Jetis, Sogan, Wates sebanyak 6 unit. Rubuha tersebut ditempatkan di wilayah kerja kelompok tani yaitu di bulak lor Jetis dan Wetan Salam Desa Sogan. Sejak pemasangan Rubuha pada bulan April lalu, dari pemantauan yang dilakukan sudah ada satu rubuha yang terdeteksi dihuni atau digunakan untuk singgah burung hantu. Untuk membangun Rubuha yang sederhana dapat menggunakan bahan yang sederhana juga. Rubuha dapat dibangun dengan papan kayu dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Rubuha diletakkan di tempat yang tinggi menggunakan tiang dengan ketinggian 3,5 m. Pilih lokasi yang dekat dengan pohon untuk bertengger. Sedangkan yang tampak pada gambar adalah rubuha dengan bahan beton. Dari Rubuha yang dibangun, diharapkan burung hantu pemangsa tikus mau berkembang biak di wilayah Kelompok Tani Eko Martani, sehingga selain untuk mengendalikan hama tikus juga untuk pelestarian musuh alami hama tikus.