Loading...

Rumput Gajah Sebagai Sumber Gizi Pakan Ternak

Rumput Gajah Sebagai Sumber Gizi Pakan Ternak
Kabupaten Pasaman termasuk salah satu Kabupaten yang dilirik menjadi sentra pengembangan Sapi di Sumatera Barat. Petani di Kabupaten Pasaman umumnya berperan sekaligus sebagai peternak. Banyak petani atau peternak yang sebenarnya masih memiliki lahan kosong yang masih bisa dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan pakan hijauan. Lahan-lahan seperti di sekitar kandang ataupun pematang tegalan bisa dimanfaatkan untuk menanam jenis rumput unggulan seperti rumput gajah, rumput raja dan rumput odot. Rerumputan jenis ini biasanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan hijauan ternak untuk sapi, gajah, kambing, domba, kerbau, kuda, dan lain-lain. Sekarang ini banyak petani yang sengaja membudidayakan rumput gajah untuk dijual. Hal ini dilatarbelakangi karena kebutuhan akan pakan ternak yang semakin tinggi sementara keadaan rumput di lapangan semakin berkurang. Sehingga, keberadaan rumput gajah ini dipercaya bisa dijadikan sebagai peluang usaha terutama bagi mereka yang mempunyai lahan kosong. Untuk membudidayakan rumput gajah sendiri tidaklah susah. Petani atau peternak hanya perlu menyiapkan tahapan-tahapan seperti berikut ini: Pengolahan Tanah Sebelum menanam rumput gajah langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengolah tanah yang dimulai dengan membersihkan lahan dari pohon-pohon, semak serta rumput belukar. Selanjutnya lakukan pembajakan untuk membuat tanah menjadi gembur. Setelah itu, perlu dibuat guludan yang telah disesuaikan dengan jenis rumput gajah yang akan ditanam. Penanaman Waktu terbaik untuk melakukan penanaman rumput gajah adalah ketika menjelang musim penghujan atau di akhir musim kemarau. Penanaman bibit rumput gajah bisa dilakukan melalui biji ataupun dengan perbanyakan secara vegetatif. Cara yang umum diterapkan adalah dengan stek batang dan sobekan rumpun. Untuk menggunakan sobekan rumpun dapat diambil 3-4 akar rumpun yang ukurannya tidak terlalu kecil. Kemudian bibit ditanam dengan jarak ideal 30x50 cm. Sementara jika menggunakan bibit dari batang/stek, maka terlebih dahulu harus dipilih umur batang yang cukup tua (sekitar 2 bulan) dengan jumlah mata ruas 2-3 buah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30x30 cm dengan posisi batang ditancapkan miring 30Ëš untuk mempermudah pertumbuhan akar. Pemeliharaan Pemeliharaan berkala dapat dilakukan dengan penyulaman, penyiangan dan merapikan rumpun yang tumbuh subur di luar jalur tanam. Pengairan dapat dilakukan sebelum pemupukan pada saat kondisi lahan terlalu kering. Proses pemupukan susulan yang pertama bisa dilaksanakan ketika tanaman rumput gajah telah berusia sekitar 2-3 minggu. Pupuk yang digunakan berupa urea dan KCI dengan dosis sesuai anjuran. Pemupukan berikutnya adalah pada saat tanaman berusia 2-3 minggu dihitung dari waktu pemanenan. Pemanenan Rumput gajah dapat dipanen pada umur 40 hari atau sebelum rumput berbunga. Umumnya pada umur lebih dari 50 hari, rumput akan mulai berbunga dan mengeras batangnya, hal ini harus dihindari karena dapat menurunkan nilai gizi dari rumput yang akan dikonsumsi ternak. Pemotongan dilakukan pada ruas batang terbawah dengan menyisakan batang sepanjang 5-10 cm. Oleh : Prasetyo,SP (PP Madya)