Loading...

SARASEHAN SINERGITAS KAWASAN MINAPOLITAN PINRANG

SARASEHAN SINERGITAS KAWASAN MINAPOLITAN PINRANG
14.00 Kabupaten Pinrang menjadi salah satu kawasan minapolitan percontohan di Indonesia dalam mengembangkan komoditi udang windu, bandeng dan rumput laut. Sentra minapolitan di Pinrang berada di tiga desa kecamatan Suppa, yaitu desa Wiringtasi, Tasiwalie dan Desa Lotang Salo. Ketiga desa penghasil udang, bandeng dan rumput laut tersebut dikenal sebagai kawasan Minapolitan “Witalo”. Luas tambak udang di kecamatan Suppa termasuk urutan kelima dari enam kecamatan wilayah pesisir di kabupaten Pinrang. Namun dari segi produktivitas hasil tambak merupakan urutan pertama. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang luas tambak di Suppa hanya sekitar 1.595,22 ha. Sedangkan kecamatan Lanrisang 1.670,63 ha, Mattiro Sompe 3.804,34 ha, Cempa 2.215,27 ha, Duampanua 5.401,74 ha dan kecamatan Lembang sekitar 339 ha. Sedangkan produksi udang di Suppa menurut data tahun 2013 mencapai 774,70 ton udang windu dan 768,70 ton udang vannamei. Melihat capaian produksi udang tersebut belum optimal bila dibanding dengan potensi lahan tambak yang ada. Menurut Ketua Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof.Dr. Muhammad Hatta Fattah, selama ini peran para pihak (stakeholders) yang terlibat dalam pembangunan kelautan dan perikanan di kawasan Minapolitan Witalo masih bersifat parsial. Akibatnya, para pihak tersebut belum berhasil memberikan kontribusi optimal untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan tersebut. Namun Prof. Hatta mengakui, stakeholders telah berperan penting dalam pembangunan Kabupaten Pinrang khususnya dalam pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan. Peran para pihak tersebut telah berhasil mendorong produktivitas Sektor Kelautan dan Perikanan. Menurut putra Bumi Lasinrang ini produksi hasil perikanan di kawasan Witalo masih memiliki peluang untuk dioptimalan. “Potensi yang ada masih punya peluang dioptimalkan produksinya dengan catatan harus melalui perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang komprehensif, sistematis, utuh, dan terintegrasi,” katanya. Dikatan lebih lanjut, aktivitas pembangunan yang bersifat parsial dan sporadis telah terbukti tidak dapat memberikan hasil konkrit dalam kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Perancanaan dan aktivitas pembangunan perlu ditumbuhkembangkan dengan berorientasi pada percepatan pencapaian sasaran pembangunan termasuk kesejahteraan masyarakat terkait secara berkelanjutan. Untuk mensinergikan stakeholders maka dilakukan pertemuan sarasehan yang dikemas dalam bentuk Sinkronisasi Pengelolaan Kawasan Minapolitan dan Indistrialisasi Perikanan di kawasan Witalo yang dibuka oleh Bupati Pinrang, H.Andi Aslam Patonangi, hari ini, Rabu (14/5) di ruang pola kantor Bupati Pinrang. Narasumber dari institusi pemerintah yang diundang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP) Maros, Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Pinrang Sedangkan dari pihak swasta dan LSM yang diundang antara lain WWF Indonesia, BPR Sulawesi Mandiri, PT. Atina, PT. Bigi, BBU Suppa, PT.Esa Putlii, CV.Galaxi. Selain itu hadir sejumlah pengurus kelompok pembudidaya ikan dan penyuluh perikanan. Menurut Prof. Hatta, tujuan secara umum kegiatan ini adalah memantapkan perencanaan dan mendorong peningkatan kontribusi para pihak dalam pengembangan Kawasan Witalo. Sedangkan tujuan secara khusus adalah mengaktualisasikan visi pembangunan daerah dan Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang, meningkatkan produktivitas Kawasan Witalo, meningkatkan kerjasama dan peran aktif para pihak dalam mengembangkan Kawasan Witalo dan meningkatkan nilai tambah potensi unggulan lokal Kawasan Witalo. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai diantaranya terciptanya Kawasan Witalo menjadi kawasan percontohan nasional. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;}