Bandar Jaya, 8 April 2021 Dinas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan telah melaksanakan kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) untuk tanaman padi di Desa Bandar Jaya Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Dalam kesempatan ini di hadiri oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortukultura dan Peternakan bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Petugas POPT (Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman), Ka. UPT BPP Kecamatan Siak Kecil beserta Penyuluh Pertanian Sekecamatan Siak Kecil. Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu ( SLPHT ) adalah salah satu metode penyuluhan dalam penerapaan PHT untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam pengelolaan OPT. SLPHT berupaya mewujudkan petani sebagai ahli PHT, yaitu sebagai manajer yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan. SLPHT dipilih sebagai metode pemberdayaan petani karena memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya; berprinsip pada pendidikan orang dewasa, cara belajar lewat pengalaman, perencanaan partisipatoris, keputusan bersama anggota kelompok, petani sebagai manajer usahataninya, materi pelatihan berdasarkan kebutuhan lapangan/kurikulum rinci dan terpadu, pelatihan selama satu siklus perkembangan tanaman / satu musim tanam. Dalam sambutan Kepala UPT BPP Siak Kecil Ibu. Astud Iponi, SP menyampaikan bahwasanya kegiatan SL-PHT ini satu-satunya sekolah yang di laksanakan di kecamatan siak kecil pada saat ini, sesuai dengan kondisi lahan yang ada sangat mendukung sekali untuk pelaksanaan kegiatan SL-PHT. Apalagi keluhan – keluhan dari Petani yang terjadi saat musim tanam yakni sering terjadi serangan hama dan penyakit. Untuk itu harapanya setelah adanya pelaksnaan kegiatan SL-PHT ini untuk mengurangni kegagalan – kegagalan yang terjadi sebelumnya. Dalam kesempatan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Bengkalis bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Ibu. Nova Rianti,SP telah menyampaikan bahwasanya Ketentuan dalam pelaksanaan SLPHT ini meliputi lokasi merupakan sentra produksi tanaman pangan dan endemis serangan OPT, dalam pelaksanaan SL-PHT ini selama 12 Kali Pertemuan dalam seminggu sekali pertemuan. Bpk. Ciptadi selaku Petugas POPT menambahkan bahwasanya dalam proses belajar mengajar nantinya tidak ada murid dan guru, hanya saja kita sama – sama saling mengamati perkembangan hama penyakit dan musuh alami yang ada dilapangan, termasuk kondisi pertumbuhan tanaman padi nantinya. Penyuluh Pertanian Muhammad Suhardi, SP.