Loading...

SELADA DI PEKARANGAN

SELADA DI PEKARANGAN
Selada (Lactuca saliva) merupakan tanaman sayuran yang sangat diminati masyarakat. Disamping manfaatnya yang sangat baik bagi kesehatan dan upaya pemenuhan nilai gizi, selada juga tergolong mudah dalam hal budidayanya. Saat ini, kebutuhan akan selada yang sangat tinggi mendorong petani dan masyarakat umumnya untuk melakukan upaya budidaya dengan berbagai macam cara, antara lain budidaya di pekarangan rumah yang masih dapat dilakukan bahkan lahan pekarangan yang sempit sekalipun. Teknik budidaya yang bervariasi seperti budidaya selada secara hidroponik, budidaya dalam polybag ternyata menarik minat petani untuk mencoba keberuntungan lewat tanaman ini. Budidaya selada di lahan pekarangan rumah telah banyak dilakukan oleh petani dan kaum hawa khususnya ibu-ibu rumah tangga. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budaya selada di pekarangan, antara lain: Pemilihan Bibit yang Berkualitas Pemilihan bibit yang berkualitas baik sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan tanaman selada hingga produksi ke tahap panen. Bibit selada dapat diperoleh di toko pertanian, begitu juga dengan jenis selada yang ingin dibudidayakan. Persiapan Media Tanam Ada banyak metode yang digunakan dalam budidaya selada di pekarangan, salah satunya adalah menanam selada dalam pot atau polybag. Oleh karena itu diperlukan media yang baik dan sesuai bagi tanaman selada. Media tanam yang digunakan antara lain menggunakan sekam padi, tanah gembur dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:2 yang terdiri dari pasir, kompos dan pupuk kandang. Selada menyukai media tanam yang berdrainase baik. Menyemai Bibit Tanaman Bibit tanaman disemai pada tanah yang gembur yaitu campuran tanah, pupuk kandang dan sekam padi. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sedalam ± 2 Cm, bibit dibiarkan tumbuh selama beberapa hari dan dibiarkan selama dua pekan hingga jumlah daunnya mencapai 2 sampai 4 helai lalu dipindahkan ke dalam polybag yang telah dipersiapkan. Perawatan Selada Perawatan tanaman dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tanah, pupuk, tanaman dan air harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Beberapa perawatan yang harus dilakukan adalah penyiraman, penyiangan, dan juga pengairan. Penyiraman dilakukan pagi dan sore serta disesuaikan dengan frekuensi jika ada hujan. Penyiangan tetap dilakukan untuk membersihkan gulma dan tanaman liar yang tumbuh dan bersaing dalam mendapatkan nutrisi. Pengairan atau drainase perlu diperhatikan agar tanaman tidak tergenang sehingga dapat menyebabkan munculnya hama maupun penyakit yang dapat merusak tanaman selada. Pemanenan Pemanenan adalah tahap akhir dari proses budidaya tanaman selada. Usia 40-60 hari setelah bibit disemai tanaman selada telah dapat dipanen. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pemanenan, antara lain tanaman selada dicabut hingga ke akarnya; pilihlah daun selada yang masih segar; cucilah selada yang telah dicabut dengan air yang mengalir; lakukan sortasi selada sesuai dengan ukuran daunnya; umur simpan selada yang sangat singkat maka lakukanlah pemanenan dengan cepat dan cermat. Masih banyak sistem tanam selada lainnya, antara lain hiroponik yang menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Tecnique), selada juga dapat ditanam pada botol-botol bekas sisa limbah rumah tangga, bahkan selada air juga dapat ditanam di kolam. Pengelolaan yang baik secara organik pada sistem budidaya selada di lapangan dapat menghasilkan pangan sayuran yang sehat dan layak konsumsi bagi pemenuhan kebutuhan keluarga di rumah. Ayoo bertanam selada di pekarangan …. Oleh: Husna, SP (Penyuluh Pertanian di Kec. Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya) Sumber: https://paktanidigital.com/artikel/cara-budidaya-selada-di-rumah-hingga-panen https://bibitbunga.com/cara-menanam-selada-di-pot-atau-polybag