Loading...

Serangan Hama Penggerek Batang Padi di Lahan Penangkar Benih

Serangan Hama Penggerek Batang Padi di Lahan Penangkar Benih
Lahan penangkar benih yang dikelola oleh Gapoktan Kedabu Indah Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsag Pesisir terkena serangan hama penggerek batang padi. Penggerek batang padi adalah hama yang tergolong pengganggu utama. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian hingga menjelang panen.Pada tanaman padi fase vegetatif, larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati dan gejalanya disebut sundep. Gejala serangan pada fase generatif berupa malai muncul putih dan hampa yang biasa disebut dengan beluk. Pengendalian hama penggerek batang padi dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan pengaturan pola tanam, pengendalian secara mekanik dan fisik, Pengendalian Hayati, Pengendalian Secara Kimiawi dan Pengendalian Preventif. Pengendalian dengan pengaturan pola tanam dengan tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi,mengatur rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama dan pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi. Pengendalian secara mekanik dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman dan menangkap ngengat dengan light trap (perangkap cahaya). Sedangkan pengendalian secara fisik dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen (disingkal). Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati. Pengendalian secara hayati dengan pemanfaatan musuh alami parasitoid dengan melepas parasitoid telur seperti Trichogramma japonicum.Pengendalian secara kimiawi dengan menggunaan insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam, insektisida butiran diberikan terutama pada stadium vegetatif dan pada stadium generatif aplikasi dengan insektisida yang disemprotkan (cair). Sedangkan tindakan preventif dalam pengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi perlu dilakukan secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dapat menggunakan light trap. Dengan adanya pengendalian hama secara dini pada pertanaman padi dapat menekan jumlah polulasi perkembangan hama sehingga pertumbuhan padi dapat berkembang dengan baaik untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Penulis : Pikri Anggara, SP PPL Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir