Loading...

Serangan Hama Tikus Pada Tanaman Padi di Desa Bina Maju

Serangan Hama Tikus Pada Tanaman Padi di Desa Bina Maju
Lahan tanaman padi yang ada di Desa Bina Maju terkena serangan hama tikus. Penggerek batang padi adalah hama yang tergolong pengganggu utama. Tikus merupakan salah satu hama penyebab kerusakan yang menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi petani karena tikus dapat menyerang seluruh fase pertumbuhan tanaman padi bahkan pada fase penyimpanan. Kerusakan terparah terjadi pada fase generatif, karena tanaman padi sudah tidak mampu lagi membentuk anakan baru. Pada umumnya tikus menyerang pada malam hari sedangkan pada siang hari tikus bersembunyi, pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi dan kembali lagi menjelang fase generatif. Pada pertanaman padi di desa Bina Maju keberadaan tikus sangat banyak sehingga menimbulkan banyak kerugian bagi petani. Pengendalian terhadap hama tikus telah dilakukan petani sejak dini yaitu sejak sebelum pertanaman sampai panen dan penyimpanan. Beberapa teknik pengendalian hama tikus yang telah dilakukan petani antara lain sanitasi lahan dengan membersihkan seluruh areal pertanaman padi agar tikus tidak dapat membuat sarang, mempersempit area pematang sawah tinggi dan lebar kurang lebih 30 cm sehingga tikus tidak leluasa membuat sarang, mengatur pola tanam dengan mengadakan pergiliran tanaman, mengatur jarak tanam yang tidak rapat atau dengan pola tanam jajar legowo bertujuan untuk menciptakan lingkungan terang yang tidak disukai tikus karena takut adanya musuh alami. Selain itu diadakan kegiatan gropyokan masal yaitu berburu tikus secara bersama-sama, menggunakan alat perangkap tikus maupun racun tikus, pengomposan dengan menyemburkan api dan udara panas ke lubang-lubang tikus agar tikus mati atau keluar dari sarangnya. Penggunaan pestisida seperti rodentisida hanya dilakukan apabila serangan tikus sudah sampai pada tahap sangat mengkhawatirkan. Selain itu dianjurkan juga membasmi hama tikus dengan menggunakan deterjen sebanyak 2 sdm dicampur dengan wipol 50 mL dan ditambahkan tambahkan air 15 L kemudian disemprotkan semprotkan ke tempat yg biasa dilewati oleh tikus, lubang-lubang persembunyian tikus dan tanaman yang terserang tetapi harus dilakukan hati-hati agar jangan terkena tanaman yang tidak terserang karenan dapat menganggu pertumbuhannya. Apabila aromanya sudah mulai berkurang perlu dilakukan penyemprotan ulang lagi apalagi kalau tanaman tersiram hujan maka perlu disemprot lagi.Cara ini ramah terhadap lingkungan dan sudah ada petani yg berhasil melakukan dengan cara ini Pengendalian harus berdasarkan pada biologi dan ekologi tikus sehingga tepat sasaran. Penanganan terhadap hama tikus harus dilakukan secara intensif dari awal pertanaman sampai pada fase penyimpanan mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat keberadaan hama ini. Penulis : Sinta, SP PPL Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat