Loading...

SERBA SERBI PELATIHAN BUDI DAYA DAN STRATEGI PEMASARAN SALAK JATIREJO

SERBA SERBI PELATIHAN BUDI DAYA DAN STRATEGI PEMASARAN SALAK JATIREJO
Ke Jatirejo merupakan Desa yang terletak di sebelah selatan – Timur Kecamatan Diwek. Dengan luas pekarangan 58 ha terdapat total 15 Ha tanaman salak yang terfokus di Dusun jatirejo. Salak Jatirejo merupakan salak turunan, kenapa disebut turunan karena tanaman ini merupakan warisan dari para pendahulu atau bisa dibilang warisan dari leluhur jatirejo. Salak jatirejo mempunyai ciri khas tersendiri selain bentuk kulit nya yang lebih halus disbanding dengan salak pondoh, rasanya sedikit masam namun segar karena kandungan airnya banyak. Diantara tanaman salak di Kec Diwek yaitu salak keras, salak watugaluh, salak jatirejolah yang lebih banyak diminati. Namun seiring berjalannya waktu, minat pemilik lahan kebun dan pekarangan salak mulai mengalami penurunan. Banyak yang tidak peduli dengan tanaman mereka hal ini disebebkan karena peminat salak jatirejo kalah dengan peminat salak pondoh yang rasanya manis, apalagi saat panen raya banyak buah salak yang terbuang sia sia karena tidak laku dijual. Oleh karena itu banyak tanaman salak yang dibiarkan liar dan tidak terawat bahkan ada yang sudah alih fungsi ke tanaman buah lain. Dengan adanya kondisi seperti ini ibu – ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Jatirejo membuat olahan jenang dan sari salak untuk meningkatkan nilai jual dari buah salah tersebut. Usaha tersebut dimulai sejak tahun 2017 dan sampai saat ini Alhamdulillah permintaan jenang dan sari salak sangat meningkat bahkan banyak yang dibuat sebagai oleh-oleh dan jamuan acara baik di Desa di Kecamatan bahkan sudah banyak pesanan di lintas kecamatan. Namun ada kendala yang menghambat produksi olahan jenang dan sari salak yaitu terbatasnya bahan baku, selain tanaman salak merupakan tanaman musiman juga karena banyak tanaman salak yang tidak atau kurang terawatt sehingga tidak dapat berproduksi secara optimal. Oleh karena itu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama Universitas Wahab Hasbulloh (UNWAHA) mengadakan Pelatihan Budidaya tanaman salak dan Strategi Pemasaran Produk Olahan salak. Pelatihan ini bertyujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada petani salak bagaimana cara Budidaya dan pemeliharaan tanaman salak yang baik dan benar untuk bisa diaplikasikan ke lahan mereka sehingga produksi buah salak bisa optimal dan terus menerus sepanjang tahun. Selain itu melatih KWT Jatirejo untuk mengembangkan strategi pemasaran guna mengoptimalkan dalam penjualan jenang salak dan sari salak. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 31 Juli 2019 di Pondok Salak Jatirejo. Untuk materi pelatihan Budidaya tanaman salak disampaikan oleh Bapak Wulyoadi sebagai narasumber. Bapak Wulyoadi yang diakrab dengan Pak Wul Merupakan Ketua Desa Pertanian Organik Komoditas Salak Wonosalam. Pak Wul merupakan petani salak yang cukup sukses dan berpengalaman. Pak Wul menjelaskan tentang cara Pembibitan, Penanaman, Pemupukan dan Pemeliharaan, Penyerbukan dan penjarangan buah serta panen dan pasca panen salak. Sedangkan untuk materi strategi pemasaran disampaikan oleh ibu Hima dari Unwaha. Peserta pelatihan sebanyak 25 orang yang terdiri dari petani salak atau warga yang mempunyai tanaman salak baik di kebun maupun pekarangan mereka serta Ibu ibu yang tergabung dalam KelompokWanita Tani (KWT). Peserta pelatihan sangat antusias dengan diadakannya pelatihan ini karena sebelumya belum pernah diadakan pelatihan yang serupa. Ditambah dengan tempat pelatihan dibawah pohon salak yang sejuk dan rindang menambah kenyamanan peserta dalam menerima materi pelatihan. Hadir pula dalam pelatihan tersebut Koordinator wilayah Kecamatan Diwek dan PPL Wilayah Binaan Jatirejo. Korwil Kec Diwek Mengharapkan setelah acara pelatihan ini maka akan terus diadakan pelatuhan – pelatihan lanjutan serta studi banding sehingga tujuan dari pelatihan ini dapat terwujud. Bapak Samsul Huda yang menjabat sebagai Kepala Desa Jatirejo juga mengharapkan untuk tahun 2020 dapat dilaksanakan pula Pelatihan Budi Daya Tanaman Salak melalui SL-GAP (Sekolah Lapang Good Agriculture Practices) Salak di Desa Jatirejo. Tentu saja harapan ini disambut oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dimana sudah dialokasikannya untuk tahun 2020 SL-GAP Salak akan dilaksanakan di Jatirejo. Kegiatan ini sangan berkesinambungan dengan cita cita desa Jatirejo sendiri yaiti terwujudnya Desa Wisata Salak Jatirejo yang dikenal dengan sebutan DEWASAREJO. (Findha Zaniar Pratiwi – PPL DIWEK)