Silase adalah pakan yang telah diawetkan yang di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan , limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainya, dengan jumlah kadar / kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara , yang biasa disebut dengan Silo, selama sekitar tiga minggu. Didalam silo tersebut akan terjadi beberapa tahap proses anaerob (proses tanpa udara/oksigen), dimana “bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi. Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya. Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saaat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang. Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau. Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi. Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan. Tanaman singkong di provinsi lampung bukan tanaman asing bagi masyarakat bahkan tanaman ini hampir tersebar di seluruh kabupaten yang ada di Lampung. Karena daun singkong mengandung asam sianida yang dapat meracuni hewan ternak apabila ternak tersebut memakannya untuk itu salah satu upaya untuk menghilangkan kandungan asam siamida (HCN) maka daun singkong di buat silase. Di tinjau dari segi nutrisi kandungan zat gizi daun singkong tergolong jenis hijauan yang cukup baik dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding dengan rumput gajah. Yaitu Protein 6,4%, Serat kasar 34,5, Lemak kasar 3,0, BETN 47,5 dan Abu 8,6. Cara pembuatan silase daun singkong Alat dan bahan alat: Silo (Kantung Plastik) atau drum Golok/arit/alat lain yang dapat digunakan untuk mencacah bahan: Daun Singkong yang masih segar Dedak halus dan onggok Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase Dedak hulus =5% dari bahan silase Onggok = 3% dari bahan silase Langkah kerja Daun Singkong segar (kadar air 60-70%) setelah dipanen ditimbang sesuai dengan kebutuhan, kemudian dipotong-potong dengan ukuran sekitar 3 – 5 cm. Pemotongan dan pencacahan perlu dilakukan agar mudah dimasukkan dalam silo dan mengurangi terperangkapnya ruang udara di dalam silo serta memudahkan pemadatan. Bahan yang sudah siap dibuat silase diberi imbuhan bahan aditif berupa dedak padi,/ kemudian dicampur secara merata. Bahan tersebut dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik (poly ethylene) yang tebal dan ditutup rapat; perlu dinjak-injak hingga betul-betul padat dan dicapai kondisi an-aerob, secara bertahap, lapis demi lapis. Biarkan silo tertutup rapat serta diletakkan pada ruang yang tidak terkena matahari atau kena hujan secara langsung, selama tiga minggu (21 hari). Ciri-ciri silase yang baik Rasa dan wanginya asam Warna pakan ternak masih hijau Teskstur rumput masih jelas Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal Selamat mencoba, semoga bermanfaat. (Yulita Pustika, SP. Penyuluh Pertanian Pertama BPP Purbolinggo) Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/silase Simanuhuruk, dkk. 2012. Penggunaan Silase Biomassa Tanaman Ubi Kayu (Kulit Umbi, Batang, dan Daun) sebagai Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE). Pastura vol 2 no. 2:79-83 Cara Membuat Silase untuk Pakan Ternak. https://www.pioneer.com