Loading...

Sirsak, Mudah Ditanam

Sirsak, Mudah Ditanam
Sirsak sudah lama dikenal masyarakat di tanah air. Sebagian besar masyarakat di tanah air mengenal sirsak dengan nama Nangka Belanda, Nangka Seberang, atau ada yang menyebutnya juga buah Nona. Sesuai dengan namanya buah sirsak berlapis seperti kantong (zak) yang asam (zuur). Tanaman sirsak lebih menyerupai semak atau perdu dengan batang keras dan tinggi tanaman ini mencapai 5 meter. Daunnya lebar dan agak tebal dengan bau spesifik langu. Daun sirsak letaknya berhadapan dan berbentuk lonjong. Bunga tersusun dari berlapis-lapis mahkota, tiga helai lapisan dalam dan tiga helai lapisan luar. Umumnya berbunga sempurna , tetapi sering ditemukan bunga betina saja. Sifatnya menyerbuk silang dengan perantara serangga pencari madu. Pada saat lapisan mahkota luar membuka, yakni pada sore hari, tepung sari matang lebih dulu dan berhamburan tertiup angin. Selanjutnya lapisan mahkota dalam menyusul membuka. Serangga penyerbuk berpeluang masuk ke dalam bunga yang menyebarkan bau harum, tetapi daya kecambah tepung sari sudah melemah. Karena itu penyerbukan sendiri sangat rendah (sekitar 10 %). Sedangkan penyerbukan silang cukup besar. Lebah madu dan lalat berperan sebagai penyerbuk. Buah sirsak berbentuk lonjong dan sering bengkok (melengkung). Kulit buah dipenuhi duri agak lunak dan kulitnya berwarna hijau hingga kekuningan. Bila sudah matang buah sirsak menjadi lunak dan mudah dibelah dengan tangan. Daging buah tampak berlapis-lapis. Letak daging buah sejajar, tegak lurus pada poros buah yang berwarna putih bersih dan berair. Rasa buah manis masam. Biji sirsak banyak berbentuk pipih berwarna kehitaman dan keras. Biji menyebar keseluruh daging buah sehingga menyulitkan saat dimakan. Tanaman sirsak tumbuh baik di dataran rendah bertipe iklim lembab hingga dataran tinggi 1000 meter diatas permukaan laut. Di dataran kering tanaman sirsak masih mampu tumbuh dan berbuah asalkan air tanah dangkal kurang dari 150 cm. Curah hujan antara 1500 – 2000 mm/tahun dengan musim kemarau 4 – 6 bulan. Untuk perbanyak tanaman sirsak bisa dilakukan dengan cara okulasi atau sambung pucuk. Perbanyakan tanaman sirsak dengan biji tidak dianjurkan karena tanaman mulai berbuah pada umur enam tahun. Bila dengan bibit okulasi tanaman sirsak dapat berbuah pada umur tiga tahun. Melakukan okulasi dengan tanaman sirsak akan lebih mudah karena kulit batang mudah dikupas. Sebagai batang bawah digunakan semaian biji sirsak. Biasanya setelah tanaman berumur delapan tahun lebih produksi buah sirsak akan menurun. Sirsak ditanam pada jarak 4 – 5 meter. Bibit okulasi yang telah mencapai 70 cm ditanam pada lubang berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sekitar 10 kg, dan pupuk buatan berupa 100 gram urea, 100 gram TSP (134 kg SP-36), dan sekitar 60 gram KCl/ pohon. Frekuensi pemupukan tiga kali pertahun dengan selang empat bulan. Tanaman sirsak tidak pernah dipangkas. Pemeliharaan perlu dilakukan dengan cara membersihkan rumput di sekitar batang dan juga lakukan pembersihan lumut maupun benalu yang menempel di pohon. Pemberian mulsa dengan jerami kering di sekitar pangkal dapat mencegah penguapan tanah yang berlebihan. Penyerbukan alamiah yang tidak sempurna akan menghasilkan buah sirsak bengkok. Penyerbukan buatan tidak biasa dilakukan oleh petani. Pdahal penyerbukan buatan dapat memperbaiki pembuahan. Karena itu cara penyerbukan buatan yang tepat perlu diketahui, yakni dilakukan pada saat putiknya reseptif (siap diserbuk atau matang). Hama yang menyerang pada tanaman sirsak biasanya hama jenis kutu kapas atau kutu dompol yang berwarna putih. Kutu ini sering menyerang tanaman muda dan buah sirsak (berada di sela-sela duri) terutama pada musim kemarau. Hama yang selalu menyerang batang sirsak terutama di daerah beriklim basah adalah penggerek batang dan buah (Heterographis sp), ulat daun dan ulat daun berkepala besar. Penyakit yang berbahaya adalah antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides Penz) yang menyerang bunga dan pentil buah. Penyakit ini menyerang bila kondisi sekitar tanaman sangat lembab. Bila belum terlambat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan semprotan fungisida Benlate 0,2 %. Buah sirsak dipanen setelah tua penuh, yakni durinya tampak jarang dan beraroma serta warna buah kekuning-kuningan. Buah sirsak dipanen dengan cara memotong tangkainya. Hasil buah sirsak rata-rata 20 buah /pohon/tahun dengan bobot berkisar 10 – 60 kg. Sumardi Sumber : - Direktorat Jenderal Hortikultura, 2013- Trubus, 2014