Loading...

Sirsak Sungai Penuh dan Kopi Litukom Masuk sistem inovasi daerah (SIDa)

Sirsak Sungai Penuh dan Kopi Litukom Masuk sistem inovasi daerah (SIDa)
Media Jambi.com- Kopi Liberika Tungkal Komposit (Litukom) asal Tanjab Barat dan buah sirsak asal Kota Sungai Penuh masuk sistem inovasi daerah (Sida). Masuknya dua komoditi tersebut karena memiliki cirri khas tersendiri. Kopi Litukom misalnya sebuah varietas unggul yang hanya terdapat di Tanjab Barat sedangkan sirsak di Sungai Penuh belum dimanfaatkan secara maksimal. Walikota Sungaipenuh A Syafri Jaya Bakri mengatakan luas kebun sirsak yang ada di Kota Sungaipenuh mencapai 617 hektar dengan produksi sebesar 294 ton/tahun. Sirsak di daerah itu tanpa dilakukan budidaya secara maksimal. "Buah sirsak dijual ke daerah lain, seperti Jambi, Pekan Baru dan Sumatera Barat. Sampai saat ini belum diolah dan dijual dalam bentuk mentah, itulah sebabnya kami mengajukan komiti sirsak masuk sida," ujarnya kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu. Dijelaskannya, Kota Sungaipenuh berada pada ketinggian 500-1.500 diatas pemukaan laut. Sirsak dapat tumbuh baik di daerah ini. Selain itu katanya sebagai komoditi unggualan sirsak nantinya akan diproses untuk meningkatkan nilai tambah. Selama ini sirsak tidak dimanfaatkan dan tidak diolah. Padahal jika diolah memiliki banyak potensi turunan yang bisa dikembangkan. Seperti makanan ringan dan obat-obatan. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi, penyediaan bibit dan kajian produk sirsak untuk dikembangkan. Sehingga komoditas ini memberi nilai tambah bagi masyarakat. Selanjutnya Kopi Libarika Tungkal Komposit yang ada di Tanjung Jabung Barat telah dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian tahun 2013 lalu. Luas lahan saat ini sekitar 2.670 hektar yang terdapat di beberapa kecamatan seperti Bram Hitam, Betara, Kuala Betara, dan Senyerang. "Kopi diekpor dalam bentuk beras ke Malaysia," ujar Sekda Tanjab Barat A Muklis pada paparannya. Dikatakannya, kopi jenis ini berbuah sepanjang tahun dan tumbuh subur di lahan gambut. Bahkan menurutnya petani saat ini tertarik untuk mengembangkan kpoi ini karena umurnya cukup panjang dan tahan terhadap serangan hama penyakit. "Itulah sebabnya kami mengusulkan kopi khas Tanjab Barat ini masuk Sida," ucapnya. Pengamat Pertanian Fakultas Pertanian Unja Ir Dede Martino melihat dua komoditi kopi Litukom cukup bagus untuk dikembangkan. Namun untuk di Kerinci sebaiknya yang menjadi komoditas unggulan kayu manis. Karena di setiap jengkal tanah terdapat kayu manis dan menjadi tumbuhan endemik. Memang saat ini kabarnya sudah ada investor yang bersedia mengolah kayu manis menjadi serbuk. Tapi komoditas ini harus terus dikembangkan, pasalnya harga kayu manis masih rendah. Akibatnya petani malas membudidayakan tanaman khas petani Kerinci dan Sungaipenuh ini.(mas) Posting : Admin (RAP) Sumber : www.mediajambi.com/berita-1006-buah-sirsak-dan-kopi-litukom-masuk-sida--.html