Loading...

SISTEM PEMELIHARAAN AYAM BURAS

SISTEM PEMELIHARAAN AYAM BURAS
Ayam buras biasa dikenal dengan nama ayam kampung atau sebutan lain ayam sayur. Umumnya sudah lama dibudidayakan secara turun temurun. Budidaya ayam buras biasa dilakukan secara tradisional dengan diumbar untuk cari pakan sendiri. Oleh karena itu sangatlah wajar bila produksi telur ayam buras rendah dan angka kematian ayam tinggi. Pastinya dengan kehidupan yang bebas berkeliaran tidak ada jaminan kesehatan dan keamanan ayam buras yang bisa dipertanggung jawabkan. Ada tiga cara yang dapat dipilih dalam berbudidaya ayam buras yaitu 1) Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara Tradisional, 2) Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara Semi Intensif 3) Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara Intensif 1. Sistem Pemelihaaraan Ayam Buras Secara TradisionalPola budidaya ayam buras tradisional sudah umum dilakukan oleh masyarakat di perdesaan. Ayam buras dilepas bebas. Pada pemeliharaan tradisional umumnya jumlah ayam sedikit dengan pola pemeliharaan secara sambilan tanpa melakukan penerapan teknologi anjuran. Pakan yang diberikan petani sangat terbatas berupa dedak padi yang tidak diberikan tidak teratur dan sisa sisa limbah pertanian.Kandang ayam tidak tersedia secara khusus umumnya ayam buras pada malam hari akan bertengger dipohon atau berkumpul disekitar dapur. Dengan pemeliharaan ayam buras cara sederhana tingkat kematian ayam tinggi mencapai 56 % untuk anak ayam sampai umur 6 minggu. Produksi telur rendah 47 butir per induk pertahun. 2. Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara Semi IntensifModel pemeliharaan ayam buras semi intensif merupakan perubahan pola budidaya ayam buras yang masih dilepas tapi sudah disiapkan kandang sederhana untuk melindungi ayam buras dari hujan panas dan angin dilengkapi dengan tempat pakan, minum, sangkar bertelur dan tempat ayam tempat ayam bertengger. Jumlah ayam buras yang dibudidayakan sudah diperhitungkan jantan betinanya dengan perbandingan jantan : betina 1 : 7-8 atau 1 : 10 artinya 1 ekor ayam buras jantan dapat melayani 7-8 ekor ayam buras betina atau 1 ayam buras jantan mampu mengawini 10 ekor ayam buras betinaSelain tersedia kandang pakan juga sudah mulai diperhatikan yang diberikan pada anak ayam dan ayam dewasa. Pakan yang diberikan pada anak ayam berupa pakan komersial maupun pakan buatan sendiri. Ayam dewasa diberikan pakan tambahan di pagi hari sebelum ayam buras dilepas dengan dosis ukuran 100 gram perekor perhari. Pada pemeliharaan ayam buras semi intensif tingkat kematian anak ayam buras sampai umur 6 minggu 34 % artinya ada penurunan tingkat kematian. Produksi telur ayam buras model semi intensif dapat mencapai 59 butir perekor per tahun. 3. Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara IntensifBudidaya ayam buras Intensif kehidupan ayam buras 100 % berada didalam kandang terkurung sepanjang waktu. Jumlah ayam buras yang dibudidayakan sudah diperhitungkan jantan betinanya dengan perbandingan jantan : betina 1 : 7-8 atau 1 : 10 artinya 1 ekor ayam buras jantan dapat melayani 7-8 ekor ayam buras betina atau 1 ayam buras jantan mampu mengawini 10 ekor ayam buras betina. Pakan ayam buras intensif diberikan 100 gram per ekor per hari. Pada pemeliharaan secara intensif umumnya sudah dikelola secara komersial sebagai penghasil telur tetas, pembibitan ayam atau penghasil telur konsumsi dan ayam sayur, Jika pengelolaan usaha ayam buras sebagai penghasil telur tetas dianjurkan penetasan telur menggunakan mesin tetas. Anjuran penetasan te;ur menggunaan mesin tetas dengan tujuan agar induk ayam buras mempunyai kesempatan untuk bertelur kembali.Tingkat kematian ayam buras pada pemeliharaan intensif dapat ditekan sampai 27 % utamanya pada anak ayam sampai umur 6 minggu. Produksi telur yang dihasilkan ayam buras model internsif cukup lumayan hasilnya konon kabarnya dapat mencapai 103 butir per ekor per tahun. Priwanti PP BPPSDMP KementanSumber : Y. Suci Pramudyati, Petunjuk Teknis Beternak Ayam Buras, GTZ, 2000 Merang Reed Pilot Project. Bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian 9 BPTP ) Sumatera Selatan.