Loading...

SL- BUDIDAYA RAMAH LINGKUNGAN PORANG DI POKTAN MEKAR SARI RAHAYU DS BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG

SL- BUDIDAYA RAMAH LINGKUNGAN PORANG DI POKTAN MEKAR SARI RAHAYU DS BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG
SL- BUDIDAYA RAMAH LINGKUNGAN PORANG DI POKTAN MEKAR SARI RAHAYU DS BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG Oleh : I Made Carma Tanaman porang sekarang menjadi komoditas primadona petani diseluruh Indonesia,hal ini disebabkan karena keuntungan dari budidaya porang cukup tinggi serta teknik budidayanya tidak terlalu sulit. Tak terkecuali petani di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng juga berlomba lomba menanam tumbuhan liar ini. Luas tanaman porang di Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng pada akhir tahun 2020 tercatat 35,75 ha, dan pada tahun 2021 berdasarkan catatan dari para Penyuluh Pertanian direncanakan menanam lebih dari 30 ha. Memperhatikan perkembangan dan antusias petani semakin tinggi untuk menanam porang maka Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melalui Bidang Penyuluhan Pertanian melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Porang yang dananya bersumber dari APBD II 2021. Pembukaan Sekolah Lapang dilaksanakan pada Kamis,30 September 2021 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Kubutambahan Kabupaten Buleleng dengan peserta 15 orang,Sekolah Lapang ini akan dilaksanakan sebanyak 7 kali pertemuan tatap muka. Materi terdiri dari :Agroekosistem porang,morpologi tanaman porang,tahapan budidaya porang,OPT tanaman porang dan pengendaliannya,panen dan pasca panen. Semua materi diberikan dengan porposi 60 % dilapangan/praktek dan 40 % berupa teori serta curah pendapat/diskusi. Pemandu terdiri dari 3 orang yaitu : I Made Carma,SP (Koordinator BPP Kubutambahan),I Wayan Rusman,SP (POPT Kec.Kubutambahan) ,Gede Yoga Wirawan (PPL Wilbin Bengkala), serta Luh Suryatini,SP (kasi Metoda dan Informasi) mewakili Kepala Dinas Pertanian Kab.Buleleng memaparkan tentang kebijaksanaan pembangunan pertanian Kab.Buleleng dalam menunjang ekspor dan sekaligus membuka pelaksanaan Sekolah Lapang. Dalam kesempatan tersebut Luh Suryatini menekankan bahwa: Budidaya Ramah lingkungan merupakan suatu keharusan yang mengarah pada produk,jasa,hukum,kebijakan dan pedoman yang berusaha untuk meminimalisir bahkan meniadakan bahaya pada ekosistem, serta keamanan pangan yang merupakan resolusi dari badan PBB (FAO). Lebih lengkap Luh Surya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan SL ini adalah agar peserta meningkat pengetahuan dan ketrampilannya dalam hal :1) mengetahui syarat tumbuh porang,2)Teknik pembibitan porang,3)Persiapan budidaya porang,4) Cara menanam porang yang baik dan benar,5)Pemupukan tanaman porang,6)Teknik pemeliharaan dan 7) Terampil dalam pengamatan/pengendalian OPT porang. Pada akhir kesempatan Luh Suryatini berpesan agar peserta dapat bekerjasama dengan pemandu dalam proses pembelajaran sehingga pelaksanaan Sekolah Lapang ini dapat memperoleh perbaikan dalam budidaya porang,serta tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) yaitu menjaga jarak dan memakai masker. Sebelum materi dimulai peserta diberikan pre test untuk mengetahui pengetahuan awal tentang tanaman porang,selanjutnya setelah 7 kali tatap muka peserta akan diberikan post test untuk mengetahui perkembangan hasil pembelajaran budidaya porang ramah lingkungan. Selanjutnya untuk memudahkan dan mengefektipkan dalam proses pembelajaran serta untuk menerapkan Prokes peserta yang berjumlah 15 orang dibagi menjadi 3 kelompok @ 5 orang. Demikian semoga dengan Sekolah Lapang porang ini,petani lebih termotivasi dalam budidaya,pengetahuan dan ketrampilan petani lebih meningkat.