Loading...

SL-SRI dan SLP-PHT dalam Program WISMP, BALAI PENYULUHAN BESUK BONDOWOSO

SL-SRI dan SLP-PHT dalam Program WISMP, BALAI PENYULUHAN BESUK BONDOWOSO
Bondowoso Cybex, 02 September 2013, bertempat di Balai Penyuluhan Besuk, Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso telah diselenggarakan Sekolah Lapang System Of Rice Intensifikation (SL-SRI) dan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PHT) dalam Program WATER RESOURCE AND IRRIGATION SECTOR MANAGEMENT PROGRAM (WISMP) tahun 2013. Hadir pada acara tersebut Kepala Bidang Usahatani Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Ir.Sadtuhu Iswindiyono,MSi, Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian,HIPPA Tarum, Sempol, Grujugan termasuk DI (Jaringan Irigasi Batu Lawang), HIPPA Lumutan, Prajekana Kidul (Jaringan Irigasi Asem) masing-masing sebanyak 25 orang. Ir.Sadtuhu Iswindiyono,MSi menyampaikan dan menjelaskan Sekolah Lapangan System Of Rice Intensification (SRI) yaitu cara budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengelolaan tanah, tanaman dan air. Sedang tujuannya adalah; (a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang usahatani padi sawah organik metode SRI. (b)Meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani. (c) Menghasilkan produksi yang berdaya saing tinggi, sehat dan berkelanjutan. (d) Mengembangkan usahatani padi yang ramah lingkungan. Untuk Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan sistem perlindungan tanaman yang erat kaitannya dengan usaha pengamanan produksi mulai dari pra-tanam, pertanaman, sampai pasca panen, seperti pengolahan lahan, penentuan varietas, penggunaan benih unggul, penentuan waktu tanam, pemupukan berimbang yang tepat, pengaturan pengairan, dan teknis budidaya lainnya. Pada prinsipnya, penerapan PHT merupakan pengelolaan agroekosistem secara keseluruhan, sehingga dinamika dan variasi keadaan agroekosistem sangat mempengaruhi komposisi pengendalian OPT yang harus dilakukan. SLPHT merupakan metode penyuluhan untuk mengimplementasikan PHT. Prinsip dasar Sekolah Lapangan, adalah (i) mempunyai peserta dan pemandu lapangan, (ii) merupakan sekolah di lapangan dan peserta mempraktekkan/menerapkan secara langsung apa yang dipelajari, (iii) mempunyai kurikulum, evaluasi dan sertifikat tanda lulus, dan (iv) dimulai dengan pretest/ballot box, kontak belajar, pertemuan pekanan, post-test/ballot box, field day/hari lapangan (penyerahan sertifikat kelulusan). Lebih lanjut beliau mengharapkan nantinya setelah program Sekolah Lapang selesai 5 (lima) HIPPA tersebur menjadi Dem Area di Kawasan Jaringan Irigasi Lawang dan Jaringan Irigasi Asem. Tim Pemandu yang diwakili oleh Daelimi,SP dan Sigit Zulkarnain,STP,MSi menyampaikan kontak belajar dan penyampaian kurilkulum SL-SRI dan SL-PHT nanti akan dilaksanakan selama 12 kali tatap muka. Penulis Aris Sumantri Saptajaya,SP Balai Penyuluhan Besuk Diperta Bondowoso.