Desa Sekaran merupakan salah satu sentra penghasil padi di kecamatan Kasiman, yang mana desa tersebut mempunyai luas baku sawah irigasi non teknis 40 Ha dan sawah tadah hujan 478 ha. Sumber air dari sawah irigasi non teknis berasal dari sumber air bawah tanah, sehingga dalam satu tahun tanaman padi bisa sebanyak 2 kali. Sebagai salah satu desa sentra penghasil padi, maka upaya peningkatan produksi setiap tahun harus terus dilakukan, diantaranya dengan cara peningkatan SDM petani melalui kegiatan SL PTT. SL PTT yang dilaksanakan di desa Sekaran pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2022 ini dilaksanakan dengan biaya yang bersumber dari APBD II kabupaten Bojonegoro. Hal ini tentu saja merupakan salah satu contoh bukti perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro terhadap pembangunan pertanian di kabupaten Bojonegoro, terutama dalam hal pembangunan sumber daya manusia pertanian. SL PTT ini dilaksanakan di Kelompok Tani “Mekar Sari II”, dengan jumlah pertemuan sebanyak 4 kali dan jumlah peserta sebanyak 20 orang untuk pertemuan pertama dan keempat, dan 15 orang untuk pertemuan kedua dan ketiga. Untuk materi pertemuan pertama adalah Persiapan lahan dan perlakuan benih, materi pertemuan kedua adalah teknik tanam jarwo 2 : 1, materi ketiga pemupukan dan materi keempat adalah pengendalian hama penyakit. Pada pelaksanaan pertemuan kedua dengan materi tanam jarwo 2 : 1 yang dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 21 Juli 2022, terlihat antusiasme peserta terhadap materi yang diberikan sangat tinggi. Dalam pertemuan kali ini, selain dihadiri oleh peserta dan Tim Penyuluh Pertanian kecamatan Kasiman, dihadiri juga oleh Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Adapun metode penyuluhan yang digunakan adalah dengan metode ceramah, diskusidansimulasi Tanam Jarwo 2 : 1, dengan menggunakan media penyuluhan berupa kertas plano, brosur dan buklet, serta alat peraga simulasi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat menjadikan wadah bagi peserta dan fasilitator (Penyuluh Pertanian) untuk saling bertukar informasi, saling bekerja sama, serta sebagai wahana untuk menggali permasalahan yang dihadapi di lapangan dan merumuskan bersama cara penyelesaian masalah tersebut. Dari kegiatan SL PTT yang telah dilakukan ini, peserta menjadi tahu, mengerti, dan akhirnya mau mecoba teknologi anjuran yang disampaikan dalam materi SL PTT, dimana permasalahan dan kesulitan yang muncul dalam penerapan teknologi anjuran tersebut diminimalisir sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Denganadanyakegiatan SL-PTT TanamanPadi yang sudahdilakukan pada Kelompok Tani Mekar Sari II di desa Sekaran kecamatan Kasiman ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani anggota kelompok tani, sehingga mereka menjadi lebih baik dalam membudidayakan tanaman padi dengan terapan teknologi anjuran, yang mana pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi di desa Sekaran kecamatan Kasiman. (oleh : Ahmad Noor Afandy, SP. - Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)