Pengembangansubsektor hortikultura yang dilakukan bersamaan dengan pembangunan wilayah di Indonesia harus sekaligus mengembangkan komoditas hortikultura yang menjadi unggulan di wilayah tersebut. Harapannya, satu daerah atau wilayah tidak lagi tergantung pada pasokan dari wilayah lainnya. Kementan terus melakukan upaya untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan menstabilkan neraca perdagangan dengan mengurangi ketergantungan atas impor.Pada saat menghadapi persaingan pasar, pelaku bisnis Produk Pertanian khusunya Buah membutuhkan perubahan dan inspirasi untuk menyajikan hasil produknyabermutu dan memenuhi standarisasi produk. Sortasi dan grading merupakan kegiatan utama dalam usaha penanganan pasca panen hasil pertanian, baik dalam keadaan segar maupun dalam keadaan yang lain. Hal ini dikarenakan sortasi dan grading merupakan kegiatan awal dalam penanganan bahan yang akan menentukan keberhasilan proses penanganan selanjutnya. Sortasidilakukan dengan cara mengklasifikasikan atau memisahkan dari bahan yang lain, dari komoditi, jenis, ukuran yang diminta pasar. Grading dilakukan dengan cara pemisahan bahan pangan berdasarkan mutu, baik itu ukuran, bobot, kualitas,kriteria kelas mutu/grade masing-masing komoditas atau memisahkan benda lain yang tidak diharapkan. Selanjutnya hasil panen yang baik adalah yang tidak mengalami kerusakan fisik dan terlihat menarik.Sedangkan hasil panen yang jelek adalah hasil yang telah mengalami kebusukan atau kerusakan fisik akibat penguapan atau serangan hama dan penyakit. Kegiatan sortasi dan grading bisa dilaksanakan secara manual, menggunakan alat sederhana hingga menggunakan alat yang kompleks, hal ini biasanya tergantung dari jenis komoditas, skala kegiatan, serta sumber daya yang tersedia. A. Tujuan sortasi dan grading 1. Memperoleh kualitas yang lebih baik dan seragam2. Memberikan standarisasi dan perbaikan-perbaikan cara pengolahannya3. Menawarkan beberapa kualitas kepada konsumen dengan harga yang sesuai kualitasnya B. Beberapa cara melakukan sortasi 1. Cara ManualPada umumnya dikerjakan dengan tenaga manusiaa. Memerlukan tenaga terampil dan terlatihb. Memerlukan jumlah tenaga kerja yang banyakProduk dipisahkan berdasarkan sifat-sifat visualMisal :a. Produk baik dengan produk jelekb. Produk ukuran besar dengan ukuran kecilc. Produk matang dengan produk mentah 2. Cara Mekanisa. Menggunakan alat atau mesin sortasib. Memerlukan tenaga kerja yang relatif sedikitc. Biaya relatif murah Sebagai conto sortasi dan grading yang dilakukan oleh tengkulak ataupedagang pengumpul bahan hasil pertanian (buah dan sayur) di pasar. Sebelum mereka menjual dagangannya, mereka melakukan kegiatan untuk memisahkan bahan hasil pertanian itu baik untuk tujuan mengumpulkan bahan yang sama jenisnya atau mengelompokkan bahan berdasarkan kriteria tertentu, seperti warna, ukuran, berat dan lain-lain. Mengelompokkan bahan ternyata dapat memberikan keuntungan bagi pedagang karena pedagang dapat menjual barang dagangannya dalam berbagai variasi harga walaupun produknya sama. Menjual dengan variasi harga untuk produk yang sama biasanya dapat memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan kalau menjual satu jenis komoditas tanpa memilah dan mengelompokkan terlebih dahulu. Selain itu, masih banyak manfaat yang akan didapat dari kegiatan sortasi dan grading tersebut. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : madi