Loading...

SOSIALISASI KEGIATAN PENGEMBANGAN JAGUNG KABUPATEN SIJUNJUNG

SOSIALISASI KEGIATAN PENGEMBANGAN JAGUNG KABUPATEN SIJUNJUNG
Sosialisasi kegiatan pengembangan jagung dilaksanakan di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung pada hari Kamis, 19 Juni 2014. Hadir dalam undangan sosialisasi ini yaitu kepala UPTB-BPK bersama Penyuluh Program Kecamatan Kamang Baru, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, dan Koto VII ditambah dengan Penyuluh Pendamping SL-PTT Jagung. Peserta yang diundang dalam sosialisasi ini berada di daerah yang menjadi sentra produksi jagung di Kabupaten Sijunjung. Narasumber dalam sosialisasi yaitu Ibu Ir. Lily Suriani, M.Si dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Barat. Sosialisasi ini diadakan dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan SL-PTT Jagung tahun 2014 di Kabupaten Sijunjung yang dananya berasal dari APBD Propinsi Tahun 2014. Kecamatan Kamang Baru merupakan wilayah yang menjadi pelaksanaan kegiatan pengembangan jagung sebanyak 3 unit yaitu : 1) kelompok tani Sawah Liek, Nagari Sungai Betung seluas 15 ha, 2) kelompok tani Sejahtera, Nagari Aie Amo seluas 15 ha, 3) kelompok tani Sepakat, Nagari Aie Amo seluas 15 ha. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung yakni Bapak Ir. Nizam Ul Muluk, M.Si dalam sambutannya memberikan kesempatan kepada kelompok tani di Kabupaten Sijunjung untuk pengajuan bantuan pengembangan jagung tahun 2015, mengingat pada tahun 2014 hanya seluas 45 ha yang bisa ditetapkan untuk dilaksanakan di Kabupaten Sijunjung. Sarana produksi yang dialokasikan untuk tiap kelompok sesuai dengan spesifikasi teknis adalah jagung hibrida sebanyak 225 kg, pupuk urea sebanyak 200 kg, dan pupuk NPK sebanyak 150 kg. Pupuk hanya diberikan untuk Labor Lapang (LL) seluas 1 ha/unit sementara benih untuk luasan 15 ha/unit. Pertemuan SL diupayakan sebanyak 8 kali dimana dalam 4 kali pertemuan diberikan bantuan berupa konsumsi. Ketiga kelompok tani pelaksana SL-PTT jagung di Kecamatan Kamang Baru sesuai dengan jadwal mulai tanam pada bulan Agustus 2014. Diharapkan penyuluh pendamping di masing-masing kelompok dapat membimbing dan mengarahkan pelaksanaan SL-PTT jagung agar dapat terlaksana sesuai dengan standard teknis yang telah ditetapkan. Dan diharapkan kegiatan budidaya jagung tersebut dapat terus berkelanjutan di kelompok tani serta berdampak positif pada kelompok atau petani lain di sekitarnya. (M. Iwan K., SP - Admin Sijunjung)