Loading...

SOSIALISASI PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) ANAK SEKOLAH

SOSIALISASI PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) ANAK SEKOLAH
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Majalengka – Sosialisasi P2KP Anak Sekolah yang diselenggarakan pada hari Kamis (13/4/2014)bertempat di Aula Sawala Tani BP4K Kabupaten Majalengka dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari guru dari sekolah dasar di Kabupaten Majalengka beserta para penyuluh pendamping dan pengurus kelompok wanita tani (KWT) kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Acara yang menghadirkan narasumber Ir. Lilis Irianingsih, MP (kabid konsumsi dan keamanan pangan BKPD Prov. Jabar), Ir. Rudi Gunawan (Kabid Ketahanan Pangan BP4K Kab Majalengka) dan Haryono Rahmat Effedi, SP (Penyuluh Pertanian BP4K Kab. Majalengka) memiliki tujuan yang diantaranya adalah sebagai media untuk mengenalkan akan pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan di tengah semakin sempitnya lahan pertanian. Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Drs. H. Abdul Gani, M.Si selaku kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Majalengka berlangsung cukup meriah dan mengundang antusias dari para peserta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa setiap tahun bahkan mungkin setiap hari jumlah lahan pertanian semakin berkurang sebagai akibat dari adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan-bangunan perumahan, pertokoan dan perkantoran apalagi di Kabupaten Majalengka ini sedang berjalan pelaksanaan proyek pembangunan bandara internasional dan jalan tol. Coba saja kalau dihitung berapa hektar lahan pertanian yang hilang karena pembangunan tersebut, belum lagi suatu saat apabila bandara internasional dan jalan tol tersebut sudah jadi dan beroperasi sudah dapat dipastikan akan semakin banyak saja alih fungsi lahan pertanian menjadi pertokoan dan pabrik karena aksesnya yang semakin mudah. Mengingat hal tersebut maka mulai dari sekarang kita perlu memikirkan bagaimana langkah antisipasi penurunan jumlah produksi bahan pangan pokok terutama padi sebagai dampak dari berkurangnya lahan pertanian. “Perubahan sikap dan pola pikir dalam mengkonsumsi pangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu langkah antisipasi apabila terjadi penurunan produksi padi suatu saat nanti. Dengan adanya perubahan pola sikap dan pola pikir kita yang selama ini selalu berasumsi bahwa kalau makan itu harus nasi dan kalau belum makan nasi walapun sudah menghabiskan beberapa potong talas kita sebut itu belum makan maka diharapkan akan menjadi suatu kebiasaan untuk seterusnya bahwa kalau sudah makan talas atau sumber karbohidrat lainnya itu berarti sudah makan sehingga akhirnya akan mengurangi ketergantungan akan nasi dan kita tidak akan mengalami kebingungan ketika padi sebagai bahan pembuat nasi tersebut sulit dicari” sambungnya lagi dalam sambutannya. Dan di akhir sambutanya beliau mengajak kepada seluruh komponen dan khusunya kepada para peserta sosialisasi ini untuk mulai membiasakan diri dan mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya penganekaragaman pangan serta merubah sikap dan pola pikir mereka akan konsumsi pangan karena akan jauh lebih mudah apabila hal ini di ajarkan dan diterapkan kepada anak-anak daripada kepada orang tua, seperti sebuah pepatah mengatakan belajar di waktu kecil (anak-anak) bagai mengukir di atas batu yang akan membekas dan tetap ada sedangkan belajar sesudah dewasa (tua) bagai mengukir di atas air yang takan pernah nampak hasilnya. (Y. Rachmadhika, Staf Bid. Ketahanan Pangan) /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}