Loading...

SRI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI

SRI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI
Bupati Pemalang H. Junaedi. SH.MM dalam sambutannya Selasa 12 Agustus 2014 saat menghadiri tasyakuran panen padi SRI bersama Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) yang diwakili Direktur Sarana Pertanian Ir. Tunggul Iman Pamudji, SE di DS. Pagergunung mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada para Petani karena selama ini mau bekerja keras dengan segenap kesungguhannya dalam menanam dan merawat padi SRI tersebut dengan baik sehingga hasilnya telah menunjukkan peningkatan luar biasa dan nampak sehat dan bernas. Kabupaten Pemalang menurut Bupati merupakan peringkat 5 penyangga pangan utamanya beras se Jawa Tengah dan untuk mempertahankan peringkat tersebut berbagai inovasi teknologi, sarana dan prasarana terus dilakukan perbaikan dan penambahan sehingga produksi dan produktivitas semakin meningkat. Salah satu upaya inovasi teknologi untuk memenuhi target tersebut Pemerintah Kabupaten Pemalang telah melakukan kegiatan penanaman padi SRI .yang merupakan bantuan dari Pemerinta pusat, melalui dana APBN pada Kementrian Pertanian Teknologi budidaya SRI digunakan kerena mempunyai keunggulan seperti hemat air, hemat biaya, hemat waktu karena tanam bibit lebih muda dan panen lebih cepat, sedang untuk hasilnya bisa meningkat dibanding dengan padi biasa serta ramah lingkungan. "Metode SRI diterapkan pada kelompok tani Roda seluas 40 ha mampu meningkatkan produksi 2,7 ton dari semula rata-rata 5,3 menjadi 8 ton gabah kering panen (GKP) per ha" ungkap ketua kelompok tani Roda saat melaporkan hasil ubinan. Pemerintah Kab. Pemalang telah menerapkan pola tanam dengan Metode System of Rice Intensification (SRI) tahun 2014 seluas 2.000 ha dan SLPTT 15.000 ha untuk meningkatkan produksi dan produktivitas serta kesejahteraan para petani. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung sukses swasembada pangan berkelanjutan serta dalam rangka memenuhi target pencapian RPJMD Kabupaten Pemalang 2011 - 2016. Pada kesempatan memberikan sambutan Ir. Pamudji dari Kementrian Pertanian menyampaiakn " saat ini kebanyakan sawah kita sedang sakit, kesuburannya menurun produktivitasnya rendah. Hal ini dikarenakan berlebihannya penggunaan pupuk kimia terutama urea, petani tidak mantap kalau daunnya padi tidak berwarna hijau gelap, sudah perilakunya seperti itu hampir jarang sekali upaya mengembalikan jerami atau kompos ke lahan sawah, Sehingga sawah miskin unsure hara, mudah pecah dan warnanya pucat" jelasnya . SRI berusa memperbaiki sistim budidaya dan perbaikan lahan, sehingga produksi meningkat dan kesuburan lahan dipwerbaharui pula" jelasnya lebih lanjut. "keberhasilan Sri di lapangan tidak terlepas dari jasa para penyuluh yang telah mengawal, mandapingi dan membina petani, karena penyuluh merupakan garda terdepan dalam mensukseskan program pemerintah terutama tugas yang berkaitan dengan Kementrian pertanian. Oleh karena itu saya berharap penyuluh semakin meningkatkan pengabdiannnya terhadap Negara lewat peningkatan produksi dan produktivitas petani" ujarnya saat memungkasi sambutannnya. Rangkaian acara tasyakuran panen padi SRI diakhiri dengan doa dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Pemalang H. Junaedi, SH, MM yang diberikan kepada Kepala Desa Pagergunung Tohirin yang diikuti oleh seluruh pejabat Kabupaten Pemalang dan Kementrian Pertanian beserta tamu undangan yang hadir. Penulis : Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut Kab. Pemalang)