Story Telling adalah seni interaktif menggunakan bahasa tutur, vokalisasi dan gerak tubuh untuk memunculkan elemen dan gambaran sebuah cerita sambil merangsang imajinasi pendengar atau pemirsa. Saat ini pesan yang sampaikan dalam media sosial lebih banyak yang berupa story telling karena dianggap lebih efektif. Hal ini disebabkan karena manusia adalah makhluk emosional, lewat cerita lebih mudah bagi kita menemukan intisari dari sebuah informasi. Saat informasi itu terhubung ke emosi maka cerita dapat menghubungkannya. Dalam story telling kita dapat menceritakan sebuah pengalaman, Liputan kegiatan serta ulasan satu fenomena atau topik tertentu. Langkah-langkah untuk membuat story telling menarik :1. Judul? Dalam membuat judul hendaknya singkat, unik, menggelitik, menggugah, timely, menggambarkan Isi.? Hindari makna ganda? Hindari kalimat bersayap? Judul harus harfiah, mudah dicerna2. Sub-Judul Gunakan sub-judul yang memikat3. Teaser? Biasakan berkomunikasi singkat, efektif dan menarik? Jangan mengulang kata yang sudah digunakan sebelumnya? Pecah informasi panjang jadi fakta-fakta pendek.? Tidak ada kesalahan ketik (typing error--typo).? Akurat dalam penulisan nama (orang, tempat, waktu, perayaan, gelar, dll)? Benar dalam penulisan tanda baca dan huruf capital? Tepat dalam penggunaan kata 'di'Penggunaan kata "di" sebagai kata depan berfungsi untuk menunjukkan tempat/waktu melakukan sesuatu atau tempat keberadaan. Penggunaan kata "di" dibelakang sebagai Imbuhan dan berfungsi menunjukkan bentuk kata kerja pasif.4. Isi? Panjang tulisan minimal 600 kata.? Panjang paragraf tidak lebih dari 4-5 baris.? Kalimat tidak lebih dari 20 kata.? Bertuturlah dengan runut? Gunakan gaya bahasa sendiri? Komunikatif? Sajikan data dan fakta? Bandingan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya? Ceritakan sebuah pengalaman5. Penutup? Kesimpulan? Ajakan? Kutipan Setelah kita membuat dan memposting story telling di media sosial langkah selanjutnya adalah meningkatkan enggagement dengan cara : ? Rajin memonitor apa saja komentar yang masuk melalui sosial media, sehingga kita dapat merespon dan menanggapinya.? Mengenali seperti apa fans dari brand yang kita pegang, agar sasaran konten bisa menjadi tepat.? Rajin mengadakan activity di social media untuk menambah jumlah fans dan engagement. Pemilihan media sosial yang efektif pun perlu dilakukan, tidak semua media sosial yang ada saat ini banyak di gunakan oleh masyarakat dunia maya (netizen). Saat ini media sosial yang banyak di gandrungi adalah instagram. Pada instagram kita bisa membuat infografis maupun video. (Nurlaily). Sumber : STORYTELLING@ISKANDARJET, Konten Kreatif untuk Media Sosial,Kelas Belajar IPRAHUMAS, Bekasi, 8 Desember 2018