Loading...

STRATEGI JITU MENGURANGI KETERGANTUNGAN PETANI PADA PUPUK AN-ORGANIK

STRATEGI JITU MENGURANGI KETERGANTUNGAN PETANI PADA PUPUK AN-ORGANIK
Karangjati, 20 Januari 2014. Kebijakan pemerintah dengan mengurangi distribusi pupuk bersubsidi di kabupaten Ngawi berpengaruh terhadap ketersediaan pupuk di tingkat kios resmi di wilayah Ngawi Timur menjadi berkurang. Hal ini diperparah dengan kebutuhan petani akan pupuk saat ini yang hampir bersamaan, sehingga membuat petani harus lebih sabar dan berjuang lebih keras untuk mendapatkan pupuk. Kondisi ini ternyata tidak semua di rasakan oleh petani Karangjati. Hal ini di sampaikan oleh Petani-Petani Organik Karangjati saat di wawancara oleh Admin_Ngawi. Sukirman, petani sekaligus perangkat desa dari desa Sawo mengatakan , setelah lahan sawahnya di aplikasi pupuk organik dengan dosis sekitar 5 Kwt / Ha/Musim selama hampir dua tahun, ternyata mampu mengurangi dosis kebutuhan pupuk an-organik. Kondisi tanaman menjadi sehat dan tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pada kesempatan lain Paiman petani sekaligus ketua Poktan Mugo Lestari desa Sidokerto dan Kasmo juga melaporkan, tanaman organiknya menjadi lebih tahan terhadap anomali iklim dan produktifitasnya tak kalah dengan tanaman yang mengunakan pupuk kimia. Pupuk organik bisa di peroleh dengan memanfaatkan limbah pertanian dan limbah peternakan untuk di fermentasikan menjadi pupuk organik atau dengan pupuk pabrikan (PETROGANIK) yang nantinya akan di aplikasikan di lahan sawah. Dari kesaksian petani-petani organik karangjati diharapkan bisa membuka wawasan pelaku utama akan ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus dalam mensikapi kebijakan pemerintah dalam mengurangi subsidi pupuk kimia. Admin_Ngawi/AGUS PASIANTO, SP Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}