Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE Salah satu metode penyuluhan adalah studi banding yang merupakan Kegiatan peninjauan oleh sekelompok pelaku utama (petani) untuk melihat dan mempelajari keberhasilan penerapan teknologi usahatani di satu atau beberapa tempat kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan, ketrampilan dibidang usahatani dan usaha budidaya ikan air tawar. Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan metode studi banding pada dasarnya disesuaikan dengan 5 (lima) tahapan dan kemampuan: 1. Adopsi; 2. Sasaran; 3. Sumberdaya; 4. Keadaan daerah; dan 5. Kebijakan pemerintah. karena itu, studi banding difokuskan pada keahlian dan aplikatif di lapangan. Demi keefektifan program ini maka studi banding difokuskan di Kabupaten Malang Jawa Timur. Demi memberikan hasil yang maksimal pada kegiatan studi banding, Peserta (petani) dituntut untuk melihat, dan berinteraksi serta mendalami inovasi, informasi dan teknologi di daerah sasaran studi banding, kemudian untuk memperkuat pengetahuan mereka diakhir rangkaian schedul studi banding, dilakukan diskusi internal dan rencana tindak lanjut di tempat usaha masing –masing peserta. Landasan Hukum Surat Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Kupang , Nomor. BKP. 526/465 /XI /2013, tanggal 22 Nopember 2013. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Studi Banding dilakukan selama 5 (lima ) hari dari tanggal 25 s/d 29 Nopember 2013, bertempat di Kabupaten Malang, pada sentra usaha di UPTD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Malang di 6 (enam ) kecamatan.Peserta studi banding berjumlah 10 orang dengan perincian : 7 laki-laki, 3 perempuan yang terdiri dari 7 petani (Imanuel Henuk, Danial Alumat, Benyamin Kono, Yakobus Jella, Jose de A. Freitas, Rosdiana Kumanireng, Martha Maumeta - Kiuk) dan 3 pendamping ( Ir. Filomeno J. Hornay, M.Agr.Sc, Dwi Sulistyowati, Paul Ngongo Reku,SST). Biaya yang dikeluarkan dari kegiatan ini dibebankan pada DPA Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Kupang Tahun Anggaran 2013. HASIL PELAKSANAAN A. Hari Pertama (25-11-2013) Peserta berkunjung ke BKP3 Kabupaten Malang di Pakisaji, dan UPTD BPP Kecamatan Ngajum Desa Maguan pada lokasi kelompok petambak ikan lele, Nila dan di Desa Bangelan Kecamatan Wonosari pada peternak kambing etawa dan kambing boer B. Hari Kedua ( 26-11-2013) Peserta berkunjung ke UPTD BPP Kecamatan Wajak Desa Codo pada lokasi kelompok Peternak puyuh dan jamur tiram, dan Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran pada kelompok pelaksana tanam padi SRI, C. Hari Ketiga ( 27-11-2013) Peserta berkunjung ke UPTD BPP Kecamatan Dau di Desa Sumber Sekar pada lokasi kelompok petambak ikan lele, Nila dan Desa Randuagung Kecamatan Singosari pada KWT pelaksana KRPL. D. Hari Keempat (28-11-2013) Peserta melakukan diskusi dan sharing dengan pejabat dan staf BKP3 Kabupaten Malang, tentang sistem membangun jaringan usaha dan teknologi pertanian organik serta peningkatan kapasitas dan sinergitas Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dalam mendampingi kelompok di wilayah kerja masing-masing. Setelah melakukan diskusi peserta diajak untuk melihat dari dekat pembuatan kripik salak, nangka, pisang, pepaya dan tape singkong di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran. E. Hari Kelima ( 29-11-2013) Peserta melakukan perjalanan dari Malang ke Surabaya untuk kembali ke Kota Kupang NTT. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}