Loading...

STUDY BANDING DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN BULELENG KE KABUPATEN MALANG

STUDY BANDING DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN BULELENG KE KABUPATEN MALANG
Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;} Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Nyoman Swatantra, MM mendampingi kegiatan study banding para Ketua Kelompok Tani Ternak berprstasi, Penyuluh PNS, THL-TB, Gapoktan yang berprestasi Juara I samapai Juara III, Hasil Penilaian tahun 2013. Ke Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 22 s/d 25 April 2014. Dengan acara mengunjungi Gapoktan, Kelompok Tani Ternak Kambing, Pelaksanaan SRI dan Pengolahan Hasil Pertanian di wilayah Kabupaten Malang. Kunjungan study Banding ini diterima oleh Asisten Bupati Kota Madya Malang, mewakili Bupati. Dalam penerimaan tersebut yang ditempatkan di pendopo Bupati, dihadiri oleh Staf ahli Perekonomian Kodya Malag, Para SKPD Kodya Malang, Ka Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, dan Camat dari Kecamatan Dau, Camat Bululawang, dan Kecamatan Dau Pimpinan Rombongan mengucapkan terima kasih atas segala penerimaan yang sangat baik, serta mendampingi para peserta study banding yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang, dengan jumlah peserta yang perlu mendapatkan informasi tentang kemajuan yang telah dicapai kodya Malang terutama dibidang Pertanian dan Peternakan. Asisten Bupati mengatakan , di Kabupaten Malang sektor Pertanian, menduduki 27 % dari perekonomian sehingga kabupaten ini merpakan lumbung beras Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Malang juga merupakan Kota dengan jumlah penduduk nomor 2 setelah Surabaya. Tingkat pertumbuhan ekonomi sebanyak, 5,9 %. Tingkat kemiskinan 9,5 % dengan Jumlah APBD 2,8 triliun. Kunjungan kelokasi study banding, diantar oleh Camat, dari Bapeluh, Kepala Desa, dan Penyuluh Pertanian untuk dapat melihat langsung keadaan dilapangan.( I Nyoman Sudrana SP. PP Madya Buleleng)