Loading...

SWAMSEMBADA PADI, KEDELAI DAN DAGING SAPI 2014

SWAMSEMBADA PADI, KEDELAI DAN DAGING SAPI 2014
Kementerian pertanian telah menetapkan sistem pertanian industrial unggul berkelanjutan berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor dan kesejahteraan petani sebagai visi pembangunan pertanian. Penjabaran sasaran operasional diwujudkan dalam target pencapaian empat sukses yang salah satu butirnya adalah untuk pencapaian swamsembada beras berkelanjutan, swamsembada daging, swamsembada kedelai. Pemerintah menargetkan swamsembada pangan di Tahun 2014 pada lima komoditas yaitu beras, gula pasir, kedelai, jagung dan daging sapi. Untuk komoditas beras, dan daging sapi masih aman meskipun import. Sejak Tahun 2012 produksi beras terus meningkat dan kemungkinan akan mencapai swamsembada beras. Adapun untuk daging sapi sejak tahun 2010 import daging akan terus menurun, jika Tahun 2010 import daging masih diatas 200 ribu ton pertahun, kemudian menurun bahkan di Tahun 2013 hanya 80 ribu ton pertahun. Yang paling rawan adalah kedelai. Kedelai komposisi untuk dalam negeri cuma bisa memenuhi 25 persen dari kebutuhan, utamanya untuk pengrajin tahu dan tempe. 75 persen harus import dan sisanya dari petani lokal. Harga kedelai dipasar terus meningkat naik akibat perlemahan nilai tukar rupiah atas dollar. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri , Indonesia harus mengimport dari Amerika Serikat dan Brazil. Dengan gejolak ekonomi masih menghantui dunia, maka swamsembada kedelai sulit.