Kelapa sawit merupakan jenis tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia yang beriklim panas, namun sebelumnya memutuskan untuk mulai membuka lahan, perlu diketahui kesesuaian lahan agar tanaman kelapa sawit dapat tumbuh optimal. 1. SYARAT PERTUMBUHANa. Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal 24-280C. Ketinggian tempat antara 1- 600 m dpl, ketinggian tempat yang edial adalah 1 sampai 500 m dari permukaan laut, kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukannya. Pada umumnya penyinaran matahari 5 – 7 jam perhari hampir diseluruh wilayah Indonesia dapat terpenuhi, hanya masalah ketinggian tempat memang perlu menjadi perhatian karena adanya persyaratan temperatur dan kecepatan angin yang dibutuhkan untuk penyerbukan dalam proses pembuahan, semakin tinggi tempat dari permukaan laut maka keadaan temperatur dan kecepatan angin bisa lebih atau kurang dari yang dibutuhkan. b. Curah HujanCurah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalah di atas 2.000 mm dan merata sepanjang tahun. Hujan tidak turun selama 3 bulan menyebabkan pertumbuhan kuncup daun terhambat sampai hujan turun, apabila hujan tidak turun lebih lama lagi, maka akan terpengaruh terhadap produksi buah.c. Media TanamSebagai media yang palin cocok untuk tanaman kelapa sawit adalah tanah yang banyak mengangandung lempung, beraerasi baik dan subur. mempunyai sistem drainasi yang baik,permukaan air tanah cukup dalam [ 80 cm ],pH tanah 4-6 dan tanah tidak berbatu, tanah latosol, ultisol, dan uluvial, tanah gembut saprik, dataran pantai ataupun daerah sekitar muara sungai dapat dijadikan komplek perkebunan kelapa sawit ataupun tanaman kelapa sawit.Pada setiap daerah tentunya memiliki struktur tanah dan tingkat kesuburan yang berbeda-beda hal inilah yang membuat para petani perkebunan rakyat atau pekebun harus menyesuaikan perawatan tanaman kelapa sawitnya sesuai dengan lahan yang ada, misalnya, pada tanah gambut atau pada tanah merah dengan tekstur tanah yang berongga seperti ini akan membutuhkan unsur hara makro cu dan fe yang lebih besar apabila dibandingkan dengan tanah dilahan mineral atau tanah biasa, pada tanah yang memproduksi air berwarna merah seperti teh ini memerlukan sistem perairan yang baik, tidah boleh lahan yang sering tergenang air karena bisa berpengaruh dengan daya tahan akar. Jadi intinya adalah untuk petani yang menanam kelapa sawit/pekebun harus ekstra didalam perawatannya, tapi kelebihan di tanah bergambut adalah hasil panenan lebih banyak apabila bibit dan perawatannya bagus dilakukan para pekebun dilapangan.d. Kadar KeasamanKelapa sawit bisa tumbuh dengan baik manakala ditanam di tanah yang subur, gembur, permukaannya datar, berdrainase lancer, dan mengandung lapisan solum tanpa lapisan padas. Kadar keasaman tanah yang paling bagus untuk mendukung pertumbuhan kelapa sawit yaitu pH 5,0-5,5. Untuk mendapatkan tingkat keasaman yang ideal ini anda bisa menaburkan kapur dolomit atau kieserite sampai didapatkan pH tanah yang pas. e. Tingkat KemiringanSebelumnya sudah disebutkan jika kelapa sawit menyukai lahan yang memiliki permukaan datar. Kalaupun miring, tingkat kemiringan tidak boleh lebih dari 15 derajat. Pembuatan terasering pada lahan yang miring sangat dianjurkan guna menjaga keidealnya syarat tumbuh tanaman kelapa sawit.Diharapkan petani perkebunan kelapa sawit dapat memperhatikan tentang syarat-syarat pertumbuhan kelapa sawit agar mendapatkan pertumbuhan kelapa sawit dengan optimal dan menghasilkan produksi kelapa sawit yang maksimal. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian PusatSumber; - www.petanihebat.com- Klpswt.blogspot.com