Loading...

syarat pertumbuhan tanaman semangka non biji

syarat pertumbuhan tanaman semangka non biji
saat ini buah semangka dapat dinikmati, karena telah ada semangka non-biji. tanaman semangka non biji memerlukan syarat pertumbuhan secara khusus dan perlu diperhatikan petani, karena akan berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas produksi. syarat pertumbuhan tanaman semangka non biji yang harus diperhatikan antara lain: iklim, tanah dan air. iklim faktor iklim yang mempengruhi pertumbuhan tanaman semangka, meliputi: suhu, sinar matahari, ketinggian tempat, dan curah hujan. suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman semangka adalah suhu panas dan kering, yaitu antara 28 - 30°c. suhu optimal untuk pertumbuhan vegetatif antara 20 - 25°c, sedangkan suhu optimal untuk pembungaan sekitas 25°c. kualitas buah semangka non biji yang baik akan tercapai apabila selisih antara suhu siang hari dengan malam hari (amplitudo harian) di lokasi penanaman cukup tinggi. suhu siang hari untuk pembesaran buah semangka non biji yang idial sekitar 30°c, sedangkan suhu malam hari sebaiknya kurang dari 22°c. suhu tinggi pada siang hari akan meningkatkan laju fotosintesis (pembentukan makanan). suhu malam hari yang rendah akan menurunkan laju respirasi (pembongkaran cadangan makanan), sehingga cadangan makanan yang disimpan dalam buah cukup banyak. hal ini akan mengakibatkan ukuran buah menjadi besar dan mempunyai rasa manis. suhu akumulatif (suhu total) untuk pemasakan buah bermacam-macam. suhu akumulatif adalah jumlah suhu yang diperlukan untuk pembentukan sampai pemasakan buah semangka, yaitu sejak bunga keluar sampai buah dipanen. untuk semangka yang berjenis buah besar dan berbentuk bulat memerlukan suhu akumulatif 1.000°c. sinar matahari diperlukan tanaman untuk proses pemasakan makanan (fotosintesis) tanaman. tanaman semangka non biji memerlukan sinar matahari penuh selama pertumbuhan, maka lahan kebun semangka harus terbuka. tanaman semangka yang kena naungan pertumbuhannya akan terlihat kurang sehat, daun-daun lemas, dan tipis. pada kondisi tersebut, tanaman semangka jarang sekali membentuk bungan dan buah, walaupun terbentuk sering gugur, sehingga produksi per satuan luasnya rendah. ketinggian tempat yang optimal untuk pertumbuhan tanaman semangka antara 0 – 400 m dpl, karena tanaman untuk pertumbuhan semangka non biji memerlukan suhu yang panas dan kering. pertumbuhan tanaman semangka non biji kurang optimal pada daerah menengah dengan ketinggian 400 – 900 m dpl dan amplitudo (selisih suhu) harian relatif kecil. bukan berarti daerah tersebut tidak dapat ditanami semangka non biji, namun apabila dilakukan budi daya yang intensif akan menghasilkan. sebagai contoh, di daerah nagrak-sukabumi dan tenggarong-garut ketinggian 700 – 800 m dpl ditanami semangka varietas quality mampu berproduksi 30 ton per hektar. curah hujan yang diperlukan tanaman semangka non biji antara 120 – 150 mm per musim atau 40 – 50 mm per bulan. curah hujan yang tinggi disertai angin kencang akan menyebabkan kerusakan tanaman. curah hujan yang tinggi sering kali menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk, bahkan memacu pertumbuhan vegetatif sehingga pembentukan buah terhambat. untuk mendapatkan produksi tinggi serta kualitas yang baik, tanam semangka non-biji dilakukan pada musim kemarau. tanaman semangka non-biji yang ditanam pada musim kemarau akan menghasilkan buah yang besar, manis, renyah, berwarna cerah, dan lezat, karena kandungan airnya tidak berlebihan. namun permintaan buah semangka non-biji tetap ada terutama untuk hotel-hotel dan restoran. semangka non biji dapat ditanam pada musim hujan dengan teknik budidaya menggunakan sistem turus. buah semangka non biji yang terbentuk pada saat curah hujan tinggi biasanya daya simpannya kurang lama dan rasanya kurang manis. curah hujan terlalu tinggi akan menyebabkan kelembaban tinggi di sekitar tanaman yang akan merangsang perkembangan hama lalat buah (bactrocera cucurbitae coquilett). selain itu juga merangsang berkembangnya berbagai penyakit, terutama antraknosa (colletotrichum lagenarium (pass) ell et halst) dan penyakit kresek (mychosphaerella melonis pass. et walker). tanah pada dasarnya tanaman semangka non-biji dapat ditanam di berbagai jenis tanah, asalkan kekuranga dari sifat-sifat jenis tanah dapat diperbaiki dengan pemupukan, penambahan bahan organic, dan pengapuran.tanah yang paling bagus untuk pertumbuhan tanaman semangka non-biji adalah tanah berpasir atau lempung berpasir, gembur dan banyak mengandung unsur organik. derajad kemasaman (ph) untuk pertumbuhan tanaman semangka non-biji antara ph 5,3 – 7,4 dan akan tumbuh optimal antara ph 6,5 – 7,2. untuk meningkatkan ph tanah dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian dolomite atau kalsit. air kita ketahui, bahwa buah semangka banyak mengandung air lebih dari 90%, maka dari itu tanaman buah semangka non-biji memerlukan air dalam jumlah yang banyak untuk pertumbuhan dan produksi. air untuk budidaya tanaman semangka non-biji harus dari sumber yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran, misalnya limbah industri. pemberian air tanaman semangka non-biji jangan sampai menggenangi lingkungan perakaran, kemudian pemberian air jangan sampai terlampat, karena akan menyebabkan bentuk buah tidak normal seperti balon dengan pangkal mengcil dan ujung mengembung, juga akan mempengaruhi kualitas buah. selamat mencoba, semoga berhasil ! penulis : susilo astuti h. (penyuluh pertanian, pusluhtan) sumber pustaka: buku pintar budidaya tanaman buah unggul indonesia. redaksi agro media. jakarta,pt. agromedia pusaka. 2009. budidaya semangka non biji. direktorat budidaya tanaman buah, direktorat jnderal hortikultura. 2007. final prajnanta. agribisnis semangka non-biji. bogor,t pt. penebar swadaya, cetakan iii. 1999.