Dalam rangka penyebaran informasi dan materi penyuluhan pertanian, seringkali kita mendengar film dokumenter penyuluhan yang berisi tentang dokumentasi kegiatan penyuluhan ataupun ilmu pengetahuan dibidang pertanian. Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan suatu kenyataan dan fakta. Dalam film dokumenter tidak ada cerita fiktif yang dibuat-buat untuk mendramatisir adegan sepanjang film. Artinya, film dokumenter digunakan untuk merepresentasikan kenyataan dan menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan yang dibuat lebih terstruktur dalam durasi film. Kunci utama dalam video dokumenter merupakan penyajian fakta. Video dokumenter berhubungan dengan tokoh, peristiwa dan lokasi yang nyata. Video dokumenter merupakan video yang merekam peristiwa yang sungguh – sungguh terjadi, tidak menciptakan suatu kejadian. Jenis film dokumenter penyuluhan yang sering digunakan film dokumenter yang memberikan informasi dibidang, pertanian, sains, teknologi, budaya dan lain-lain. Dalam membuat film dokumenter, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Membentuk tim kerjaDalam membuat film dokumenter dibutuhkan sebuah tim, yang terdiri dari orang-orang yang mengerti dan menguasai substansi materi serta memiliki pengalaman dalam membuat film. 2. Mencari sumber informasiFilm Dokumenter merupakan panyajian tentang fakta, sehingga informasi tentang fakta tersebut haruslah akurat agar informasi yang disampaikan tidaklah menyimpang. 3. Mencari Ide CeritaUntuk membuat sebuah film, diperlukan ide cerita. Sebaiknya diskusikan ide cerita tersebut dengan tim kerja, dan pastikan bahwa ide tersebut menarik untuk para penonton film. 4. Membuat SinopsisSinopsis merupakan garis besar atau ringkasan cerita, yang juga menjadi panduan sebelum cerita dikembangkan atau ditulis kedalam naskah atau skenario. 5. Menulis NarasiSetelah memiliki ide dan sinopsis, kemudian tulis narasi pendek, yang akan menjelaskan ide, dan karakter atau peristiwa yang membentuk cerita film dokumenter. 6. Hunting LokasiHunting atau pencarian lokasi dilakukan dengan tujuan agar lokasi saat pengambilan gambar tidak menyimpang dari gambaran narasi film dokumenter tersebut. Dengan kata lain lokasi tersebut benar-benar cocok untuk pengambilan gambar. 7. Pengambilan Gambar dan Editing.Untuk pengembalian gambar dibutuhkan tim yang memang sudah berpengalaman dalam membuat film, agar efektif biasanya dibuat daftar pengambilan gambar atau shot list. Pengambilan gambar sebaiknya dilakukan dengan menggunakan banyak angel/sudut, hal ini dimaksudkan agar mempermudah pemilihan gambar sewaktu editing. Sedangkan editing adalam proses penyusunan gambar, yang mengacu pada urutan narasi. 8. Preview Film.Preview film dilakukan dengan maksud mengkoreksi film sebelum ditayangkan, ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim. Hal ini dimaksudkan agar pesan yang disampaikan sesuai dengan yang diinginkan dan durasi film tidak melebihi dengan yang disepakati. Apabila belum sesuai maka akan dilakukan editing kembali. Semoga bermanfaat.(Purwanto Nugroho) Sumber : namafilm.blogspot.co.id informatika.web.id multipengetahuan.com