Tanaman srikaya (Annona squmosa) merupakan tanman tropis. Tanaman perdu , berumur panjang (perenial), tinggi tanaman mencapai 2-5 m, berakar tunggang dan batang berkayu, silndris, tegak, warna keabu-abuan, arah cabang miring keatas.Srikaya merupakan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan seperti akar, daun, biji, dan buahnya. Buah srikaya memiliki kandungan anti oksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Kandungan kalium dan magnesium yang tinggi dapat melindungi dari serangan penyakit jantung. Dilihat dari manfaat tersebut, serikaya memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan menjadi buah unggul nusantara. Varietas serikaya unggulan nusantara yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian antara lain varietas Rovi (asal Kendal,), Sinyonya (asal Gunungkidul,). Varietas Langsar (asal Sumenep, tahun) dan varietas Bima bara (asal NTB,). Faktor lain yang harus mendapat perhatian dalam pengembangan srikaya adalah tersedianya benih bermutu. Benih dimaksud dapat diperoleh dengan perbanyakan vegetatif berasal dari satu pohon induk PIT (Pohon Induk Tunggal). Untuk dapat menyediakan benih bermutu guna memenuhi kebutuhan pengembangan tanaman buah srikaya, Pemerintah telah mengupayakan pengembangan sentra tanaman srikaya di beberapa wilayah Indonesia. Untuk mempercepat mendapatkan/tersedianya benih Srikaya bermutu dari varietas unggul yang diharapkan, maka perlu mempersiapkan tenaga sumberdaya manusia (SDM) yang trampil sehingga kebutuhan benih srikaya dengan prinsif 7 tepat (tepat jenis, varietas, jumlah, mutu, waktu, lokasi, dan harga) dapat segera terealisasi. Tinggi titik sambung maksimum 20 cm dari leher akar, tinggi benih siap salur minimal 60 cm dari leher akar. Jumlah daun minimal 6 pasang, sehat secara visual, berumur minimum 6 bulan setelah okulasi (sesuai pedoman sertifikasi benih tanaman buah). Selanjutnya prosedur pelaksanaan pembuatan benih srikaya bermutu sebagai berikut ; 1. Mempersiakan lahan pembenihan, agar mendapatkan lahan yang optimal pada kegiatan produksi benih bermutu, dengan cara ;a. Membuat sketsa lahan pembenihan dan melakukan pengukuran luas lahan pembenihan.b. Melakukan pengkaplingan sesuai kontur tanah dan arah sinar matahari.c. Lakukan perencanaan denah lahan yang dekat dengan pengairan, tentukan lokasi bak penampungan air, jalan masuk dan keluar lahan pembenihan, serta tempat pengumpulan benih siap salur. d. Lakukan pembersihan gulma (pembebatan tumbuhan dan pendongkelan akar) pada lahan bersemak belukar.e. Buat naungan tempat persemaian jika diperlukan. f. Mengolah lahan dan menambahkan kapur pertanian untuk menetralisir keasaman pH tanah jijka diperlukan.g. Mencatat setiap kegiatan persiapan lahan pembenihan yang telahdilaksanakan. 2. Mempersiapan Batang Bawah, yang merupakan serangkaian kegiatan untuk menyediakan batang bawah dari biji yang berasal dari buah srikaya (Annona squamosa)/ mulwo (Annona reticulata L.) yang sudah terseleksi (masak fisiologis, bentuknya seragam, tidak rusak fisik dan berasal dari pohon terpilih). 3. Mempersiapan batang atas, yang merupakan serangkaian kegiatan penyediaan bahan tanaman/stekers/entres (pucuk, mata tempel) yang berasal dari pohon induk (kelas Benih Dasar dan Benih Pokok) yang telah dilepas/didaftar oleh Menteri Pertanian dan diregistrasi oleh Instansi Pelaksanaan Pengawasan dan sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura). 4. Melakukan penyambungan dan Okulasi, dimana merupakan serangkaian kegiatan penyatuan batang atas dan batang bawah, dengan cara sebagai berikut;a. Sediakan batang bawah yang sehat dan berdiameter 0,5 – 1 cm.b. Pilih cabang dengan dua mata tunas dengan diameter lebih kecil dari batang bawah, potong miring bagian bawah sepanjang 2-3 cm.c. Sayat kulit batang bawah maksimum 20 cm dari permukaan tanah dengan ukuran panjang 2-3 cm dan lebar disesuai dengan ukuran entres yang akan disisipkan. d. Masukan segera potongan entres dengan menempelkan permukaan sayatan dengan batang bawah yang telah disayat. e. Ikatlah pertautan batang atas dan batang bawah memakai tali plastik elastis sehingga seluruh bagian entres menempel dengan sempurna pada batang bawah. Pengikatan dimulai dari bagian bawah ke atas agar air tidak dapat masuk. f. Buka ikatan plastik setelah tunas tumbuh dari mata entres. g. Lakukan pemotongan batang bawah setelah hasil sisipan tumbuh dengan baik. h. Pisahkan hasil sisipan yang gagal dan terserang penyakit untuk menghindarkan penularan lebih lanjut. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Lazada . co.id dan lainnya