Loading...

Tanam Cabai Keriting Tumpang Sela Dengan Tanaman Jagung Di Lahan Sawah Dengan System Tot

Tanam Cabai Keriting Tumpang Sela Dengan Tanaman Jagung Di Lahan Sawah Dengan System Tot
Kota Metro merupakan daerah perkotaan dan lebih dari 50 % penduduknya masih bermata pencaharian sebagai petani dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,25 Ha. Kepemilikan lahan yang sempit, kebutuhan hidup yang semakin bertambah menggugah sebagian petani untuk berinovasi agar dapat meningkatkan hasil dari usahataninya demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan, budidaya dengan teknik tumpang sela antara tanaman Jagung dan Cabai dapat menjadi salah satu cara yang bisa diterapkan. Adapun yang dimaksud tumpang sela adalah menanam Cabai disela-sela tanaman Jagung sebelum Jagung dipanen. Tanaman Jagung dan Cabai bisa ditumpang sela dan tetap dapat tumbuh serta berproduksi secara maksimal. Teknik tumpang sela Jagung dan Cabai dilakukan dengan pola tertentu dan diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu satu sama lain, sebab penanamannya dilakukan dengan rentang waktu tertentu. Persiapan Lahan Mempersiapkan lahan untuk budidaya tumpang sela Jagung dan Cabai Tanpa Olah Tanah (TOT) diawali dengan penyemprotan rumput/gulma dengan menggunakan herbisida sistemik, setelah gulma mati selanjutnya lahan diairi secukupnya untuk mempermudah penugalan bibit Jagung. Penanaman Jagung Setelah sepuluh hari dari penyemprotan gulma, Jagung ditanam dengan cara di tajuk setiap lubang 2 biji benih Jagung dengan jarak tanam 20 cm x 70 Cm Pemeliharaan tanaman Jagung Setelah Jagung berumur 8 hari diberikan pupuk Urea 25 Kg dan SP.36 sebanyak 50 Kg. Selanjutnya pada umur Jagung 10 hari dilakukan pembersihan gulma. Jagung berumur 20 hari diberikan pupuk susulan dengan pupuk Urea 25 Kg dan NPK 25 Kg. Pada umur 25 hari dilakukan pengendalian gulma dengan herbisida kontak, dan Jagung berumur 35 hari diberikan pupuk NPK sebanyak 25 Kg dan pupuk KCL 25 Kg. Waktu Penyemaian Benih Cabai Pada saat selesai panen janten/njateni Jagung, benih Cabai mulai disemai, benih Cabai disemai berekisar 35 - 40 hari setelah penanaman Jagung. Benih Cabai sebaiknya disemai menggunakan polybag atau try semai agar tidak stres saat pindah tanam. Sambil menunggu bunga Jagung rontok dilakukan pembuatan lubang/koak untuk tempat bibit Cabai ditanam dengan ukuran 25 cm2 setiap lubangnya dengan jarak 60 cm x 50 cm ditengah lajur tanaman Jagung yang ukuran 70 cm, dan selanjutnya lubang-lubang tersebut diberi kompos untuk menambah ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman Cabai.Bibit Cabai dapat dipindah untuk ditanam di lahan umur 25 - 30 HSS. Penanaman Bibit Cabai Bibit Cabai bisa dipindah tanam ke lahan ketika tanaman Jagung sudah berumur 65 – 70 hari setelah tanam. Bibit Cabai ditanam diantara tanaman Jagung dengan mengikuti barisan tanaman Jagung sesuai dengan lubang-lubang tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya yaitu dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm. Pemeliharaan dan Perawatan Tumpang sela Jagung dengan Cabai Pemeliharaan dan perawatan tanaman tumpang sela yaitu meliputi kegiatan penyiangan, pemupukan, dan penyiraman. Dosis dan jenis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pupuk dasar pada tanaman Cabai menggunakan SP.36 dan ZA diberikan dengan cara diletakkan didekat tanaman Cabai kemudian dilakukan pembubunan untuk menutup pupuk dan mengurangi penguapan. Saat Jagung sudah setengah tua/matal daun tanaman Jagung yang berada di bawah buah Jagung dikurangi (disebreti). Pada saat Jagung dipanen usahakan batang Jagung tidak rusak, karena batangnya akan digunakan sebagai lanjaran/ajir. Setelah umur Cabai 20 hari, kita beri pupuk (NPK Mutiara) dengan cara di kocor. Bila batang Cabai sudah tumbuh cabang Y baru, kita lakukan pemotongan batang Jagung di bagian atas buah Jagung, kemudian kita pasang benang keliling dan dibantu dengan lanjaran bambu agar kuat dan kita ikat batang Cabai tersebut dengan batang Jagung. Untuk pemberian pupuk diupayakan dengan cara di kocor dengan interval 10 hari sekali dan untuk pengendalian Hama penyakit dilakukan pengamatan berkala dan bila dilakukan penyemprotan pestisida sebaiknya pada pukul. 05.30 – 09.00 dan pukul 16.00 – 17.30 wib. Jika tidak turun hujan penyiraman juga harus dilakukan agar tanaman Cabai bisa tumbuh dengan maksimal. Panen Pemanenan buah Cabai dengan cara dipetik, dapat dilakukan setelah buah Cabai berwarna merah mencapai 80%. Penulis : Aluwisius Samidi, SP. (Penyuluh Pertanian Kota Metro)