Loading...

TANAM DAN PEMELIHARAAN TANAMAN BAWANG PUTIH YANG BAIK DAN BENAR

TANAM DAN PEMELIHARAAN TANAMAN BAWANG PUTIH YANG BAIK DAN BENAR
Tanaman Bawang Putih Bawang putih (Allium sativum) termasuk salah satu komoditas sayuran yang perlu dibudidayakan dengan menerapkan budidaya yang baik dan benar, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 48/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) dengan kondisi Indonesia (indo-GAP). Hal ini karena, bawang putih dikonsumsi sebagai bumbu masak, obat dan dapat dikonsumsi dalam bentuk segar (misalnya untuk acar, manisan, atau dimakan langsung. Penggunaan bawang putih untuk bumbu masakan hanya sedikit namun hampir setiap masakan memakainya, sehingga setiap rumah, hotel, restoran dan beberapa industri membutuhkan setiap hari. Dilihat dari banyaknya pengguna tersebut, usahatani bawang putih masih mempunyai peluang besar untuk dipasarkan. Penanaman dan Pemupukan DasarPenanaman merupakan kegiatan meletakan benih bawang putih pada tanah, sedangkan pemupukan dasar merupakan kegiatan memberikan hara dasar dalam tanah agar tersedia hara yang dapat diserap oleh benih yang baru ditanam. Cara penanaman dan pemupukan dasar sebagai berikut: 1) Tanah dicangkul dua kali dan sebarkan pupuk kandang dengan dosis sesuai anjuran di wilayahnya, lalu pupuk ditutup dengan tanah setebal 5 cm dan dibiarkan selama 10 hari; 2) Menjelang tanam benih bawang putih, sebarkan pupuk anorganik dengan jenis dan dosis per hektar sebagai berikut: 250 kg SP-36, 300 kg KCl, 100 kg Urea, dan 100 kg ZA; 3) Lalu tanamlah setiap siung benih bawang putih pada lubang yang telah disiapkan, dengan cara membenamkan pangkal siung ke permukaan tanah secara tegak lurus sampai ¾ panjang siung masuk tanah dan diupayakan benih tidak bersinggungan dengan pupuk karena dapat berakibat pembusukan; 4) Setelah benih ditanam, tutuplah bedengan dengan jerami setebal 3 – 5 cm; 5) Setelah tanaman berumur 15 hari, diberi pupuk Urea sebanyak 100 kg per hektar, dengan cara pupuk ditanam dalam tanah dengan menggunakan tugal pada 5 – 10 cm dikiri/kanan barisan tanaman; dan 6) Setelah tanaman berumur 30 hari, diberi pupuk ZA sebanyak 100 kg per hektar. PengairanPengairan dimaksudkan memberi air pada tanaman untuk pertumbuhan dan membantu penyerapan unsur hara oleh tanaman. Cara pengairan untuk tanaman bawang putih, bedengan disiram sampai basah secara rutin setiap 3 hari sekali atau sesuai kebutuhan. Waktu penyiraman pada pagi hari sebelum terik matahari. Ada cara lain untuk penyiraman bawang putih, yaitu pengairan dengan sistem leb atau dibiarkan air menggenang selama setengah hari, bila sudah selesai air harus segera dibuang. Pemupukan SusulanPemupukan susulan merupakan pemberian pupuk tambahan untuk memenuhi kebutuhan hara agar pertumbuhan tanaman lebih baik dan produksi optimal. Cara memberikan pupuk susulan sebagai berikut: 1) Buatlah parit untuk penempatan pupuk susulan dengan jarak 10 cm dari tanaman dan kedalaman 2 – 3 cm. 2) Tanaman berumur 15 hari, diberikan pupuk susulan Urea sebanayak 100 kg per hektar dengan cara disebarkan secara merata di dalam parit yang telah disiapkan, lalu ditutup dengan tanah; 3) Tanaman berumur 30 – 35 hari, diberikan pupuk susulan ZA sebanayak 100 kg per hektar, dilanjutkan pembumbunan bedengan agar perakaran dan umbi bawang putih dapat tumbuh optimal; 4) Setelah tanaman mencapai tinggi 10 cm, dilakukan penjarangan tanaman, dengan cara mencabut tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dan diganti dengan benih yang baik. PenyianganPenyiangan merupakan kegiatan membersihkan bedengan dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya serta tanaman bawang putih yang sakit, dengan tujuan untuk menjaga kebun dan kesehatan tanaman bawang putih. Penyiangan dilakukan sebanyak 3 laki, yaitu pada tanaman berumur 25 – 30 hari setelah tanam (HST), 50 – 60 HST, dan 70 – 80 HST. Caranya, dengan mencabut gulma dan tanaman penggangu lainnya, lalu dibenamkan diantara bedengan. Kemudian tanaman yang sakit dicabut dan dibakar atau dibenamkan ditempat terpisah dengan lahan bawang putih. PembubunanDalam penanaman bawang putih perlu dilakukan pembubunan, terutama pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih besar-besar. Semoga bermanfaat bagi petani.Penulis: SUSILO ASTUTI HANDAYANI (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi:1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih (Allium sativum L) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2009.2. Profil Bawang Putih. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Tata Cara Penerapan dan Registrasi Kebun dan Lahan Usaha dalam Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2010.