Loading...

Tanam dan Pemeliharaan Tanaman Semangka Non Biji

Tanam dan Pemeliharaan Tanaman Semangka Non Biji
Buah semangka sudah dikenal banyak orang, karena rasanya yang manis, renyah, dan segar yang digunakan sebagai buah untuk penutup setelah makan. Dalam budidaya semangka, tanam dan pemeliharaan harus diperhatikan dan dilakukan oleh petani dengan baik, karena dari tanam yang benar dan pemeliharaan yang tepat akan diperoleh produksi optimal dan bermutu baik. Waktu menanam benih semangka sebaiknya pada pagi atau sore hari. Cara menanamnya: sebelum benih semangka ditanam, media benih disiram sampai basah agar media tidak pecah pada saat dikeluarkan dari polybag. Lalu polybag diangkat dengan tangan, letak benih dibalikan. Pangkal batang benih dijepit dengan jari-jari tangan, sambil media dalam polybag ditepuk-tepuk agar benih keluar bersama akar dan medianya. Benih semangka dapat langsung ditanam secara tegak di dalam lubang tanam yang telah disediakan. Tanah sekitar batang benih dipadatkan pelan-pelan, lalu disiram secukupnya hingga cukup basah. Jarak tanam antar tanaman 90 – 100 cm. Setelah benih ditanam, harus dipelihara agar pertumbuhan tanaman normal dan menghasilkan buah semangka yang besar dan berkualitas bagus. Pemeliharaan tanaman semangka meliputi: pengairan, penyulaman, pemangkasan, penyerbukan buatan, seleksi buah, sanitasi kebun, pemupukan susulan, dan pengendalian OPT. Pengairan Setelah benih ditanam, disiram sampai cukup basah, lalu 3 hari kemudian disiram kembali. Pada musim kemarau disiram 2 hari sekali sampai terbentuk buah sebesar telur ayam. Pada saat tanaman berbungan sebaiknya tidak disiram, agar proses pembentukan buah tidak terganggu. Saat buah semangka sebesar telur ayam, perlu disiram. Setelah seleksi buah perlu dijaga kebasahan lakan sampai umur kira-kira 23 hari agar buah tidak pecah atau busuk. Setelah umur 24 hari penyiraman sedikit-demi sedikit dikurangi dan menjelang panen tidak perlu disiram agar diperoleh kadar gula dalam buah tinggi. Penyulaman Setelah tiga hari benih semangka ditanam akan mulai terlihat benih yang tidak akan tumbuh bagus atau terkena penyakit rebah batang Pythium sp. Benih yang tumbuh tidak bagus dicabut dan diganti dengan benih baru. Benih yang terserang penyakit dimusnahkan dan tanah bekas benih sakit dibuang serta diganti tanah yang baru, agar tidak menular ke tanaman semangka lainnya. Kemudian tanam benih yang baru. Penyulaman ini dilakukan tidak lebih dari 10 hari setelah penanaman benih. Pemangkasan Setelah benih ditanam berumur 12 hari atau telah memiliki 6 daun dilakukan pemotongan pucuk. Kemudian dilakukan pemangkasan setelah terbentuk 3 ruas, dipilih 3 cabang utama untuk dipelihara agar tumbuh dan berbuak baik. Ketiga cabang tersebut dibentuk seperti huruf W dengan jarak antar cabang 15 cm. Kemudian tunas air pada seluruh cabang sekunder di bawah daun ke 14 dibuang dengan cara dipotong dengan gunting. Penyerbukan buatan Tanaman semangka non biji harus dilakukan penyerbukan buatan yang dimulai pada umur 30 hari setelah tanam (HST). Penyerbukan buatan dilakukan pada pagi hari pukul 05.30 – 09.00 saat bunga betina sedang mekar. Bunga jantan diambil pada pagi hari pukul 04.30 atau jam 05.00. Cara penyerbukannya, usapkan bunga jantan pada bunga betina tanaman semangka non biji. Bunga yang akan diserbuki adalah bunga yang muncul pada ruas 14. Setelah 3 hari ditandai dengan warna yang sama. Seleksi buah Selanjutnya apabila tanaman semangka telah berbuah sebesar telur ayam, dilakukan seleksi buah dengan membuang buah yang jelek dan meninggalkan buah yang paling bagus 1 – 3 butir setiap cabang untuk dipelihara. Buah yang dipelihara segera dialasi seresah atau jerami di bagian bawahnya agar tidak mudah busuk. Kemudian dilakukan pembalikan buah agar warna kulitnya merata dan rasa buahnya lebih manis. Pembalikan pertama pada umur buah 15 hari dan selanjutnya berumur 25 hari dengan posisi buah berdiri. Sanitasi kebun Sanitasi kebun maksudnya membersihkan gulma (rumput dan tumbuhan lainnya) yang tumbuh di sepanjang parit di luar lubang minimal seminggu sekali. Sedangkan gulma yang tumbuh pada lubang tanam dibersihkan minimal 3 hari sekali. Sisa-sisa pemangkasan daun dan ranting dikumpulkan, lalu ditimbun dalam tanah. Kemudian peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih, dikeringkan dan disimpan. Pemupukan susulan Pupuk susulan pertama diberikan pada umur 5 HST berupa larutan 3 kg NPK yang dicairkan dalam 150 liter air, dengan dosis 250 cc per tanaman. Kemudian pupuk susulan kedua diberikan pada umur 14 HST berupa larutan 2 kg NPK dan 1 kg ZA yang dicairkan dalam 100 liter air, dengan dosis 250 cc per tanaman. Selanjutnya pupuk susulan ketiga diberikan pada umur 21 HST berupa larutan 3 kg NPK yang dicairkan dalam 150 liter air, dengan dosis 250 cc per tanaman. Pengendalian OPT Hama yang sering merusak tanaman semangka antara lain: 1) Kumbang Daun, dapat dikendalikan dengan pestisida Profenofos, Diafentiuron, dan Metidation; 2) Lalat Buah, untuk mengendalikan dapat gunakan pestisida Antraktan; 3) Ulat perusak daun, dapat dikendalikan dengan pestisida Betasiflutrin; 4) Lalat Penggorok Daun, dapat dikendalikan dengan pestisida Klorfenapir, Abamektin, Bisultap, Siromazin, Spinosad, Imidaakloprid; dan 5) Busuk Daun, untuk mengendalikan dapat gunakan pestisida Mankozep/Simoksanil atau Heksakonzol. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber Pustaka: Buku Pintar Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Redaksi Agro Media. Jakarta, PT Agromedia Pusaka. 2009. Budidaya Semangka Non Biji. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2007. Final Prajnanta. Agribisnis Semangka Non-Biji. Bogor, PT. Penebar Swadaya, Cetakan III. 1999.