Loading...

Tanam Kedelai Di Lahan Sawah

Tanam Kedelai Di Lahan Sawah
Kedelai merupakan komoditas pangan bergizi tinggi sumber protein nabati dan rendah kolesterol dengan harga terjangkau. kedelai juga merupakan komoditas pangan yang penting setelah padi dan jagung. kedelai banyak diolah untuk berbagai bahan pangan, selain itu juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Dalam pertanaman kedelai di lahan sawah, ditanam setelah tanaman padi. untuk mencapai produktifitas tanaman kedelai tinggi, hal yang perlu di perhatikan adalah pengolahan tanah, pola tanam, dan manajemen organisme penggangu tanaman (OPT). Cara Menanam Ada dua macam cara yang biasa dipraktekkan para petani dalam menanam kedelai, yaitu, dengan menabur dan membuat tugalan. Kedua cara ini mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. Menanam dengan cara menabur mengandung beberapa kelemahan antara lain; Pertumbuhan tanaman tidak seragam dan tidak merata. Sebagian benih bisa tumbuh pesat yang lain kerdil,bahkan ada pula yang sama sekali yang tidak tumbuh (mati). Disamping itu ada tanaman yang tumbuh mengelompok, sebaliknya ada pula yang tumbuh terpisah. Kelemahan yang lain ialah kebutuhan akan bibit akan banyak (boros). Sedangkan kelebihanya hemat waktu tenaga dan biaya. Kelebihan penanaman benih dengan cara membuat tugalan antara lain; Jarak tanam bisa diatur sehingga jumlah biji yang dibutuhkan dapat diperhitungkan sebelumnya. Sedangkan kelemahannya ialah boros waktu tenaga dan biaya dan bila cara ini dilaksanakan pada musim penghujan, pada area yang drainasenya buruk,tugalan akan menahan air sehingga biji yang ditanam mudah menjadi busuk. b. Jarak tanam dan jumlah biji Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 cm x 30 cm, 25 cm x 25 cm. Sedangkan untuk jarak tanam jajar legowo 40 x 20 x 15 cm. Jarak tanam hendaknya teratur , agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanh dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pada tanah yang subur,jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat di rapatkan. Jika area luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan, penanaman benih dilakukan menurut alur bajak, sedalam kira kira 5 cm. Sedangkan jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50 – 60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm, dengan kedalaman 5cm. Jumlah biji per lubang cukup 2 – 3 biji per lubang. Setelah benih di tanam , tugalan tadi ditutup dengan tanah gembur tanpa dipadatkan. c. Waktu tanam Karena umur kedelai menurut deskripsi varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari , sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan,yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Pemilihan waktu tanam kedelai amat penting karena hal itu berhubungan erat dengan kandungan air didalam tanah yang sangat perlu untuk pertumbuhan kedelai. Dengan kata lain , pemilihan waktu tanam harus tepat agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir ataupun kekeringan. Waktu tanam yang tepat pada masing masing daerah sangat berbeda tetapi kita dapat menggunakan satu pedoman; Bila kedelai ditanam ditanah tegalan waktu tanam yang terbaik adalah permulaan musim penghujan., Sebaliknya apabila kedelai ditanam ditanah sawah,waktu tanam yang paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. Oleh : BANU SUWIGNYO, SP PPL DESA NGADISUKO BPP KECAMATAN DURENAN