Pepaya dengan nama latinnya Carica papaya merupakan tanaman buah yang banyak dikembangkan di Indonesia dan buahnya merupakan kebutuhan masyarakat. Waktu yang paling baik budidaya tanaman pepaya antara musim penghujan ke musim kemarau. Namun tanaman pepaya juga dapat dibudidayakan pada musim penghujan dan dapat tumbuh serta berproduksi dengan baik, jika diperhatikan secara khusus, yaitu dilakukan perawatan dan pengaturan air dengan baik. Pada dasarnya tanaman pepaya, tumbuh baik dengan cukup air tetapi tidak berlebihan atau sampai terjadi genangan air di sekitar tanaman pepaya. Untuk memperoleh kondisi tanah yang baik untuk budidaya tanaman pepaya pada musim penghujan, antara lain perlu dilakukan upaya pengaturan drainase, pembersihan gulma, dan menguruk tanah sekitas pohon pepaya pada usia 2 minggu. Jika terjadi curah hujan tinggi, penggenangan air pada kebun pepaya harus segera diatasi karena banyaknya air bisa menyebabkan terserang busuk akar dan lalu layu akhirnya bisa menyebabkan tanaman mati. Selain itu, jika tanaman pepaya kebanyakan air akan mudah sekali terserang penyakit diantaranya jamur, busuk akar, plak berbintik kecoklatan pada daun, pembusukan pada buah pepaya. Bertanam tanaman pepaya pada musim penghujan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Diperlukan pembuatan irigasi yang benar, agar air hujan bisa segera tiris; 2) Tanah sekitar pohon sedikit ditimbun/digunduk; 3) Tanaman pepaya berumur kurang dari dua bulan, di musim penghujan biasanya batang dan daun terkena percikan tanah dan harus segera dibersihkan karena akan menyebabkan busuk akar dan batang. Cara membersihkannya dengan menyemprotkan/mengguyur air bersih hingga tanah yang menempel pada batang dan daun hilang; 4) Kebun tanaman pepaya perlu diperiksa sewaktu hujan deras dan diidentifikasi tempat atau sesuatu yang menyebabkan air tergenang, dan harus segera diatur agar air hujan bisa berjalan lancar keluar dari kebun; 5) Jika tanaman pepaya dalam keadaan sehat, perlu disemprot secara berkala tiap 10 hari sekali mengunakan fungisida atau insektisida. Insektisida dan fungisida tidak boleh dicampur atau disemprotkan secara bersamaan. Waktu yang tepat untuk dilakukan penyemprotan sebelum jam 09.00 pada pagi hari atau setelah jam 15.00 pada sore hari, artinya penyemprotan kurang baik jika dilakukan antara jam 09.00 sampai jam 15.00. Untuk menghemat waktu dan biaya, saat melakukan penyemprotan sebaiknya ditambahkan pupuk daun. Dosis dan aturan pemakaian insektisida dan fungisida harus mengacu aturan yang tertera pada kemasan, karena jika menyalai dosis dan aturan pakai bisa menyebabkan kebal terhadap hama dan penyakit. Hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu air hujan biasanya menurunkan Ph tanah, maka pada musim hujan sebaiknya kebun tanaman pepaya ditaburi pupuk dolomit. Banyak manfaat lainnya dari dolomit, antara lain: menetralisir Ph tanah baik kurang atau berlebih, pencegahan terserangnya jamur, menambah daya tahan tanaman pepaya terhadap penyakit, memiliki kandungan Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO) berkisar antara 19 - 32%, penyerapan unsur hara (Nitrogin/N, Fosfor/P, Kalium/K) oleh tanaman menjadi baik, dan menetralkan reaksi tanah yang bersifat masam akibat pemberian pupuk yang berlebihan.Tanaman pepaya yang kekurangan Magnesium (Mg) ditandai dengan daun yang menguning, sehingga kehilangan kemampuan menghasilkan CO2, maka pemberian pupuk dolomit akan mampu menambah unsur hara Magnesium yang diperlukan tanaman pepaya, sehingga warna daun akan menjadi hijau kembali. Pupuk dolomit diberikan dua hingga tiga kali dalam setahun, tergantung tingkat keasaman tanah. Jika tingkat keasaman tanah tinggi berarti dolomit lebih sering diberikan. Semoga bermanfaat bagia siapa saja yang akan budidaya tanaman pepaya pada musim penghujan. (Penulis: Susilo Astuti Handayani Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Moehd. Baga Kalie. 2010. Bertanam Pepaya. Bogor: Penebar Swadaya, Cetakan XXIV. 2. Dari berbagai sumber.